hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Kopdit Pintu Air Gelar Bimtek Nasional, Fokus Aktifkan Kembali Anggota Pasif

Kopdit Pintu Air Gelar Bimtek Nasional, Fokus Aktifkan Kembali Anggota Pasif
Kopdit Pintu Air Gelar Bimtek Nasional, Fokus Aktifkan Kembali Anggota Pasif/dok.peluangnews

PeluangNews, Maumere – KSP Kopdit Pintu Air Rotat-Indonesia menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara serentak bagi para pengelola cabang dan Komite Cabang Pembantu (KCP) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menyegarkan kembali pemahaman para komite pengelola sekaligus mengaktifkan kembali anggota yang selama ini pasif.

Wilayah kerja Kopdit Pintu Air sendiri terbagi ke dalam delapan area besar, yakni Flores Tengah 1, Flores Tengah 2, Flores Barat, Flores Timur, Timor Barat, Timor Timur, Sumba-Alor, hingga Area Luar NTT.

Ketua Pengurus Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menegaskan bahwa pendidikan dan bimbingan teknis bagi para pengelola di seluruh titik pelayanan merupakan hal yang mutlak dilakukan. Menurutnya, masih banyak anggota yang bergabung tanpa memahami secara mendalam hak, kewajiban, maupun tujuan koperasi.

“Anggota ini perlu pendidikan. Karena mereka masuk ada yang hanya diajak begitu saja, lalu tidak tahu apa gunanya dan tujuannya apa. Maka kita harus turun ke semua titik kumpul kelompok, unit, hingga kantor kas,” ujar Yakobus Jano, Ahad (17/5/2026).

Ia menjelaskan, penguatan di tingkat titik kumpul dan kantor kas sangat penting karena menjadi cikal bakal perkembangan lembaga, yang nantinya dapat meningkat status menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP) hingga Kantor Cabang penuh.

Salah satu fokus utama dalam Bimtek ini adalah meluruskan misinformasi yang berkembang di kalangan anggota pasif. Yakobus Jano mengungkapkan, banyak anggota yang sudah tidak aktif selama satu hingga dua tahun mengira bahwa mereka telah dikeluarkan dari keanggotaan koperasi.

Baca Juga: Jaring Koperasi Potensial, LPDB-KUMKM Gelar Bimtek di Sumatera Selatan

Selain itu, muncul pula kekhawatiran bahwa untuk kembali aktif, anggota harus melunasi seluruh tunggakan masa lalu dalam jumlah besar.

“Padahal tidak demikian. Kalau mereka mau aktif kembali, cukup membayar sesuai kemampuan, misalnya Rp50 ribu atau Rp100 ribu terlebih dahulu untuk mengaktifkan kembali status keanggotaannya,” jelasnya.

Terkait pemenuhan hak-hak anggota, Jano menegaskan bahwa hal tersebut nantinya akan disesuaikan dan ditinjau kembali berdasarkan riwayat keaktifan masing-masing anggota.

Untuk memastikan program Bimtek dan penataan kembali keanggotaan berjalan optimal, Kantor Pusat menurunkan tim yang melibatkan tiga unsur pimpinan di setiap area, yakni pengurus, top manajer area, dan manajer area. Ketiga unsur tersebut bertanggung jawab melakukan pemutakhiran pengetahuan dan sistem pengelolaan di wilayah tugas masing-masing.

Salah satu wilayah yang tengah gencar melaksanakan evaluasi adalah Area Luar NTT yang dipusatkan di Cabang Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Top Management Area Luar NTT, Abdul Rahman Nau, menjelaskan bahwa agenda utama Bimtek kali ini adalah mengevaluasi hasil kerja komite berdasarkan jobdesk yang telah ditetapkan.

Evaluasi difokuskan pada tiga indikator utama keberhasilan lembaga, yakni pertumbuhan anggota baru, peningkatan jumlah anggota aktif, dan pendapatan bunga.

“Kita ingin memastikan adanya penambahan anggota secara konsisten dari waktu ke waktu, mendorong pertumbuhan anggota aktif di setiap titik unit kelompok setiap bulan, serta mengoptimalkan pengembalian atau pendapatan bunga dari piutang dan pinjaman yang telah disalurkan kepada anggota,” jelas Abdul.

Selain tiga indikator tersebut, pencapaian Sisa Hasil Usaha (SHU) juga menjadi target penting yang turut dievaluasi dalam pertemuan ini.

Melalui Bimtek serentak ini, para komite di unit kelompok diharapkan semakin matang dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga pelayanan kepada anggota Kopdit Pintu Air di seluruh Indonesia menjadi lebih optimal, akuntabel, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan bersama.

Khusus untuk Cabang Palangkaraya, Abdul menyebut saat ini cabang tersebut membawahi sekitar 11 KCP serta 12 komite unit titik kumpul dan kelompok.

Berdasarkan data per April, Cabang Palangkaraya mencatat performa yang cukup solid dengan total anggota mencapai 2.940 orang, total aset sekitar Rp27 miliar, serta perputaran omzet sebesar Rp14 miliar.

pasang iklan di sini
octa vaganza