
PeluangNews, Jakarta – Para jemaah haji Indonesia diimbau untuk mewaspadai bertambahnya jumlah jemaah di Makkah menjelang puncak haji.
Imbauan tersebut disampaikan petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dikutip Senin (11/5/2026).
Sebagai catatan, puncak haji atau wukuf di Arafah pada 2026 diperkirakan jatuh pada 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 Hijriah. Rangkaian ibadah puncak haji (Armuzna) berlangsung dari 25 Mei hingga 30 Mei, yang meliputi wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina.
PPIH meyakini langkah antisipatif penting untuk mencegah jemaah menjadi korban tindak kejahatan selama berada di Tanah Suci.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo, menegaskan pengamanan diri menjadi hal utama yang harus diperhatikan jemaah maupun petugas haji.
Imbauan tersebut bukan berarti Arab Saudi merupakan negara yang tidak aman, tetapi dalam konteks jemaah perlu memahami lingkungan baru dan menghindari situasi yang membuka peluang tindak kejahatan.
“Perlu diingat, kejahatan timbul, kejahatan ada karena adanya kesempatan,” kata Tulus saat diwawancarai Tim Media Center Haji (MCH) 2026, Minggu (10/5/2026).
Untuk itu, PPIH meminta jemaah tidak menciptakan peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Dia mengimbau jemaah menerapkan langkah preventif sederhana, terutama saat bepergian menggunakan transportasi umum seperti taksi.
Dia menjelaskan taksi resmi di Arab Saudi umumnya berwarna hijau dan putih. Meski demikian, jemaah tetap diminta berhati-hati saat menggunakan layanan transportasi tersebut, yakni dengan tidak bepergian sendirian atau minimal tiga orang.
“Pada saat bepergian kita selalu melakukan buddy system. Hindari bepergian secara personal atau sendirian,” ujar dia.
Menurut Tulus, bepergian seorang diri dapat meningkatkan risiko tindak kriminal. Oleh karena itu, jemaah dianjurkan bepergian secara berkelompok.
“Saat bepergian didampingi dengan teman-teman yang lain, minimal tiga orang,” ucap dia.
Selain itu, PPIH juga membagikan sejumlah tips keselamatan saat menggunakan taksi di Arab Saudi. Salah satunya dengan memotret nomor pelat kendaraan sebelum naik ke dalam taksi.
“Pada saat hendak naik taksi, foto terlebih dahulu nomor plat taksi tersebut,” katanya.
PPIH juga mengingatkan pentingnya pengaturan posisi saat naik dan turun kendaraan.
Menurut Tulus, laki-laki sebaiknya masuk terlebih dahulu saat naik ke taksi. Sedangkan perempuan diprioritaskan turun lebih dulu ketika tiba di tujuan.
“Kemudian sebaliknya, pada saat turun dari taksi, prioritaskan yang ibu-ibu dulu atau yang perempuan, kemudian baru yang laki-laki,” ujarnya.
Dia mengatakan langkah sederhana tersebut penting dipedomani jemaah untuk meminimalisasi risiko tindak kejahatan selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.[]







