
Satu-satunya blok pendanaan berharga yang diabaikan baik oleh para penjual ataupun para pembeli adalah utang-utang perusahaan. Sering kali, seorang penjual mengutip suatu pembayaran uang muka tertentu agar cukup untuk melunasi kewajiban-kewajibannya; dan bagian terbesar uang muka tersebut disediakan bagi para kreditor.
Sering kali Anda dapat memangkas uang muka secara besar-besaran dengan mengambil alih kewajiban-kewajiban tersebut dan mengubah piutang para kreditor itu menjadi sumber pendanaan yang sudah tersedia di dalam perusahaan itu. Ini merupakan teknik yang sangat lazim dan sangat gampang dilakukan.
Perusahaan-perusahaan yang hampir bangkrut menawarkan kemungkinan-kemungkinannya yang menarik. Anda akan menjumpai mereka yang begitu banyak berutang sehingga Anda dapat masuk tanpa harus menanam modal sepeser pun. Mereka yang berada dalam kesulitan dapat menyajikan peluang-peluang istimewa bagi para pembeli yang tidak punya uang tunai.
Beberapa pembelian yang terbaik berlangsung hanya satu tahap menjelang ketokan palu juru lelang. Mereka lazimnya bersedia membiarkan Anda mengambil alih perusahaan atau sekadar untuk melepaskan diri mereka sendiri dari asumsi sebagai sebuah perusahaan bermasalah atau sebagai imbalan untuk pembayaran sedikit uang simbolis atau bahkan sebuah jabatan.
Saya senantiasa mencari-cari perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan dengan kemungkinan untuk diperbaiki dan dengan cepat menyalurkan mereka itu kepada pengusaha-pengusaha bermodal dengkul yang memiliki keterampilan untuk membereskannya. Pemilik yang tepat dalam usaha yang tepat dapat menghasilkan keajaiban-keajaiban.
Sebuah contoh, klien saya yang membeli sebuah pasar swalayan kecil yang menghasilkan pendapatan kotor $400.000 setahun, dan hancur dengan utang barang dagangan seharga $120.000. Karena itu, tanpa sepeser pun uang tunainya sendiri, ia membeli saham-saham perusahaan yang hampir mati itu dan menyatakan bangkrut menurut Pasal 11 undang-undang kebangkurtan (UU AS. Red.) agar dapat melakukan penyelesaian utang-utang dengan pembayaran $40.000 selama jangka waktu tiga tahun.
Ia kini mengatakan kepada saya bahwa ia dapat menjual perusahaan yang sama itu dengan harga lebih dari $100.000 dan mengantongi nilai bersih $60.000. Itu sama sekali tidak buruk manakala Anda mengingat bahwa ia masuk dalam kesepakatan itu tanpa uang tunai seper pun atau risiko pribadi sedikit pun. Dan hal semacam ini terjadi hampir setiap hari.
Pengusaha-pengusaha bermodal dengkul adalah calon-calon wajar bagi perusahaan yang mengalami kesulitan karena keterampilan-keterampilan pengelolaan yang dibutuhkan. Ken Barron, yang menggunakan pinjaman untuk memulai perusahaan-perusahaan barunya ataupun melakukan akuisisi-akusisinya, berpendapat, “Apabila Anda adalah jenis manusia yang dapat memulai dari nol dan mengumpulkan pembeli itu adalah juga berapa banyak utang jangka pendek yang dapat ditanggung dengan aman oleh perusahaan tersebut.
Si penjual terutama berminat untuk memperoleh perlindungan dari kejaran tuntutan hukum kreditor, seandainya kewajiban-kewajibannya tetap tak terbayar. Di lain pihak para kreditor harus rela untuk meyakinkan si pembeli menanggung utang-utang itu dan memberinya waktu pembayaran yang lebih lama dari tingkat utang dagang yang biasa.
Masing-masing kepentingan lazimnya dapat dilindungi oleh kesepakatan-kesepakatan hukum dan ganti rugi, menjadi kewajiban pembelilah untuk mengambil prakarsa dan bertanya, “Mengapa tidak membiarkan utang-utang perusahaan yang ada ini untuk menggantikan uang saya sendiri?”
*Arnold S. Goldstein, penulis buku Modal Dengkul dan 50-an buku mengenai perusahaan kecil, Presiden Direktur Galahow & Company.





