
PeluangNews, Jambi-Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd membawa perubahan besar bagi pelaku usaha anyaman pandan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Salah satu penerima manfaatnya adalah KUB Radesta “Rano Desa Tercinta” di Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat. Kelompok usaha yang telah berdiri sejak 2004 itu kini memiliki rumah produksi baru yang lebih representatif setelah mendapatkan dukungan pembangunan fasilitas usaha dari PetroChina.
Perubahan tersebut tak hanya memperbaiki tampilan tempat usaha, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas produksi dan pemasaran kerajinan anyaman pandan.
Ketua KUB Radesta, Lindawati, mengaku bangunan baru itu membawa semangat baru bagi para anggota kelompok usaha. Sebelumnya, lokasi produksi hanya berupa bangunan semi permanen berbahan papan yang sudah rapuh dan kurang menarik perhatian masyarakat.
“Kami sangat bersyukur sekali, karena bangunan usaha kami ini yang sebelumnya semi permanen berbahan papan yang sudah rapuh dan kurang menarik, sekarang setelah dibantu oleh PetroChina dengan bangunan baru berbahan keseluruhan beton, pintu rolling kaca dan memberikan nuansa yang menarik minat konsumen untuk datang kemari,” ujar Lindawati.
Bangunan baru bernama “Rumah Anyaman Pandan” tersebut dibangun dengan konstruksi beton berukuran 6×8 meter. Fasilitas itu juga dilengkapi pintu rolling door berbahan kaca dan area tambahan untuk penjemuran bahan baku pandan.
Lokasinya yang berada di jalur strategis Muara Sabak menuju Kuala Jambi dinilai menjadi nilai tambah dalam memperluas akses pasar dan menarik perhatian pengguna jalan.
Tak hanya membangun rumah produksi, PetroChina sebelumnya juga memberikan bantuan berupa peralatan kerja dan empat unit etalase untuk mendukung pemasaran hasil kerajinan.
“Bantuan tersebut sangat membantu meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar produk kerajinan kami ke depannya,” kata Linda.
Saat ini, KUB Radesta memiliki 10 anggota aktif yang memproduksi berbagai kerajinan khas berbahan daun pandan, mulai dari tas, tikar hingga souvenir daerah.
Menurut Linda, sebelum adanya dukungan fasilitas, kelompoknya kesulitan memperkenalkan produk kepada masyarakat luas karena tempat produksi kurang terlihat dan tidak representatif.
“Dulu orang banyak tidak tahu ini tempat produksi kerajinan anyaman pandan. Sekarang, setiap hari ada saja yang singgah, baik sekadar melihat maupun membeli,” ujarnya.
Ia menilai, dukungan berkelanjutan dari PetroChina tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memotivasi anggota kelompok untuk terus menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional daerah.
Kini, selain melayani pembelian langsung di lokasi, KUB Radesta juga mulai memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran hingga ke luar daerah.
Dengan peningkatan fasilitas usaha dan kualitas produksi, kelompok tersebut optimistis kerajinan anyaman pandan asal Tanjung Jabung Timur dapat berkembang menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.







