hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Tak Cukup Beri Pinjaman, Koperasi BMI Dorong Anggota Bangun Usaha

Kambara. Foto: klikbmi
Kambara. Foto: klikbmi

PeluangNews, Jakarta-Koperasi BMI Group menyiapkan transformasi pemberdayaan anggota mulai 2027 dengan mengarahkan pembiayaan pada kegiatan produktif, memperkuat kebiasaan menabung, dan mendorong usaha rumah tangga.

Langkah ini ditujukan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga agar anggota tidak hanya bergantung pada akses pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan mengembangkan aset.

Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara, menyampaikan arah transformasi tersebut dalam Kickoff Pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) Tahun Buku 2026, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang digelar secara hybrid dari kantor pusat itu terhubung dengan 100 kantor cabang Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) di Banten dan Jawa Barat.

Kamaruddin, yang akrab disapa Kambara, mengatakan Pra-RAT menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjalankan koperasi sesuai jati diri, nilai, dan prinsip perkoperasian. Memasuki usia menuju 24 tahun, BMI Group dinilai perlu melakukan pembenahan agar keberadaannya semakin berdampak terhadap kesejahteraan anggota.

“Kalau koperasi ini kita jalankan dengan benar, sesuai dengan jati dirinya, sesuai dengan nilai-nilainya, sesuai dengan prinsip-prinsipnya, maka sesungguhnya semua anggota akan berbahagia,” ujarnya.

Salah satu program yang akan diperkuat adalah Gerakan Menabung Seribu Sehari (GEMASERI). Anggota didorong membiasakan diri menyisihkan uang secara rutin, minimal Rp7.000 setiap pekan, untuk membangun simpanan keluarga.

BMI Group juga mendorong anggota memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai rawit, cabai keriting, tomat, dan sayuran menggunakan polybag. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, langkah ini diharapkan mengurangi pengeluaran rumah tangga sehingga dana yang dihemat dapat dialihkan menjadi tabungan.

“Kalau Bapak-Ibu punya cabai rawit lima pot, cabai keriting misalnya lima polybag, tomat, sayuran yang lain dan segala macam, itu akan mengurangi uang tunai kita. Itu kita tabung untuk masa depan anak kita, untuk mimpi-mimpi kita,” kata Kambara.

Pemberdayaan anggota akan diperkuat melalui pelatihan di tingkat cabang. Pengelola diharapkan mampu membimbing anggota mengembangkan usaha produktif, mulai dari peternakan ayam, budidaya lele dengan metode bioflok, hingga pertanian dan perdagangan.

“BMI ingin lahir anggota-anggota champions di semua rembug pusat,” ujarnya.

Selain mengembangkan usaha anggota, BMI Group berencana memperluas ekosistem bisnis koperasi pada 2027, antara lain melalui usaha penggilingan beras, jaringan toko beras, serta penyediaan pakan ternak dan perlengkapan pertanian di lingkungan cabang.

Kambara menegaskan, ekspansi bisnis koperasi harus berjalan beriringan dengan usaha milik anggota, bukan justru menciptakan persaingan.

“Usaha-usaha yang dimiliki Koperasi BMI Group itu tidak merusak usaha-usaha yang sedang dijalankan anggota-anggotanya. Harus kolaborasi, harus sinergi,” tegasnya.

Di luar aspek ekonomi, transformasi BMI Group mencakup peningkatan pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial, dan kehidupan spiritual anggota. Koperasi mendorong pendidikan anak hingga minimal setara atau lebih tinggi daripada orang tuanya, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap sanitasi, akses air minum sehat, dan pencegahan stunting.

Dalam bidang sosial, BMI Group menguatkan gerakan GASSITERU, berupa kontribusi infak Rp1.000 dan wakaf Rp2.000 setiap pekan. Dana tersebut disebut telah mendukung program sosial, termasuk hibah rumah siap huni dan layanan ambulans gratis.

BMI Group juga memiliki aset berupa kawasan wisata Bukit Manik Indonesia seluas 17 hektare, lahan sawah wakaf 15 hektare, dan BMI Center seluas 22 hektare. Aset tersebut diharapkan mendukung pengembangan program ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Kambara menegaskan, keberhasilan koperasi harus diukur dari perubahan nyata dalam kehidupan anggota, mulai dari ekonomi keluarga hingga pendidikan dan kesehatan.

“Bersama BMI, ekonomi kita harus lebih baik, sekolah anak kita meningkat, kesehatan kita tambah baik, jiwa sosial kita lebih baik, praktik-praktik spiritual kita lebih baik. Kalau itu belum dicapai, maka belum sukses bersama koperasi BMI,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id