
PeluangNews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (27/10/2026), di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah pada penutupan Senin kemarin terkoreksi cukup dalam sebesar 1,22% ke level 5.373,09.
Berdasarkan data RTI Business dan BEI pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka melemah 0,28% atau sekitar 15 poin ke level 5.357,96.
IHSG bergerak dalam rentang 5.356,99 hingga 5.368,22 pada awal sesi. Namun tidak lama setelah pembukaan, indeks berbalik menguat ke zona hijau dan naik 0,47% menjadi 5.398,44 pada pukul 09.09 WIB.
Volume perdagangan pada awal sesi mencapai 2,45 miliar saham dengan nilai transaksi Rp847,91 miliar dan frekuensi transaksi 152.660 kali. Sebanyak 401 saham menguat, 141 saham melemah, dan 184 saham stagnan.
Pelemahan IHSG pada pembukaan pagi ini diikuti oleh pelemahan sejumlah indeks blue chip. LQ45 melemah 0,27% menjadi 540,68, IDX30 melemah 0,32% menjadi 303,18, JII melemah 0,10% menjadi 316,20, dan Kompas100 melemah 0,17% menjadi 694,80. Sementara JII sempat berbalik menguat 0,23% ke 317,25.
Di jajaran saham unggulan, beberapa emiten mencatatkan kenaikan pada awal perdagangan. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 1,08% menjadi 11.650, PT Astra International Tbk (ASII) menguat 1,10% ke posisi 4.610, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) bertambah 0,82% menjadi 2.470, dan PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) menguat 1,01% menjadi 4.000.
Tekanan pada bursa domestik kemarin dipicu oleh derasnya arus modal keluar atau capital outflow, di mana investor asing mencatatkan aksi jual bersih (foreign net sell) harian yang signifikan mencapai Rp2,03 triliun.
Dampak outflow tersebut turut tercermin pada pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.142 per USD, mendekati rekor terendah sepanjang masa.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan secara teknikal IHSG belum mampu menembus level resisten terdekat di 5.455 dan berpotensi bergerak konsolidatif dengan peluang technical rebound selama bertahan di atas support 5.326–5.246.
“Jika support mampu dipertahankan, IHSG berpeluang rebound untuk kembali menguji resisten 5.455–5.545,” kata Reza.
Sementara Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan level support IHSG berada pada rentang 5.246–5.111 dan resistance di kisaran 5.455–5.597.
Pasar hari ini akan mencermati tiga katalis utama: rilis laporan keuangan kuartal III 2026, kebijakan BEI yang akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, dan keputusan The Fed pada 29 Oktober yang konsensus memperkirakan suku bunga ditahan di level 3,75–4,00%.[]







