
PeluangNews, Bogor – Di tengah panorama perbukitan Jasinga yang menghadap pegunungan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengebut penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Bogor yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Sekolah Rakyat ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan modern sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Berdiri di atas lahan seluas 6,96 hektare di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekolah rakyat ini mampu menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Berada di ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan lingkungan belajar yang asri dengan panorama pegunungan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Dody.
Kawasan pendidikan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari gedung sekolah untuk setiap jenjang pendidikan, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, hingga berbagai sarana pendukung lain yang terintegrasi dalam satu kawasan.
Pembangunan proyek senilai Rp284 miliar itu bukan tanpa tantangan. Lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kontur perbukitan mengharuskan proses pematangan lahan menggunakan metode cut and fill selama sekitar dua bulan sebelum konstruksi dimulai. Tingginya curah hujan dan keterbatasan akses menuju lokasi juga menjadi kendala dalam distribusi material.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, mengatakan kondisi lahan yang berkontur ekstrem berhasil diubah menjadi kawasan pendidikan yang diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Namun Kementerian PU bisa melaksanakan itu dari lahan berkontur disulap menjadi pusat pendidikan dan pusat pertumbuhan ekonomi,” kata Tomi.
Meski menghadapi berbagai hambatan, progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 26 Juni 2026, realisasi fisik proyek telah mencapai 80,21 persen.
Menurut Tomi, saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir serta penguatan dinding penahan tanah untuk menjamin keamanan kawasan yang berada di lereng.
“Sekarang masih proses finishing dan penguatan dinding penahan tanah karena harus menjaga dari lereng,” ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Bogor melibatkan 960 pekerja dan didukung 25 personel TNI Angkatan Darat Teritorial Pembangunan (TP). Kementerian PU menargetkan fasilitas tersebut mulai difungsikan pada Juli 2026 sehingga siap menerima siswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Selain memperluas akses pendidikan berkualitas, kehadiran Sekolah Rakyat Bogor diharapkan menjadi katalis pembangunan wilayah serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Jasinga dan sekitarnya.








