
PeluangNews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan mengenai lonjakan signifikan pendapatan Danantara Indonesia.
Lembaga pengelola investasi negara itu mengalami peningkatan pendapatan sekitar 400% selama tahun pertama operasionalnya.
Presiden mengungkapkan hal itu saat peluncuran 10 buku yang ditulis oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dikutip Sabtu (8/8/2026).
“Angka-angka ini masih memerlukan proses verifikasi dan audit yang cermat,” kata Presiden Prabowo.
Dia menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi laporan awal tersebut.
Verifikasi dan audit merupakan langkah krusial untuk memastikan keakuratan data keuangan yang dilaporkan oleh Danantara.
Namun, Prabowo optimistis terhadap kinerja Danantara. Jika hasil verifikasi menunjukkan angka yang sedikit di bawah 400%, pertumbuhan sebesar 200% – 300% dalam satu tahun, dinilainya tetap merupakan pencapaian yang luar biasa dan mencerminkan peningkatan yang substansial.
“Saya menerima laporan bahwa pendapatan Danantara telah meningkat sekitar 400%. Namun, kita harus mengaudit dan memverifikasi ini,” ujarnya.
Penekanan pada verifikasi ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.
Pertumbuhan pendapatan yang signifikan ini, kata Presiden, jika tidak mencapai 400% setelah audit, tetap akan menjadi indikator kinerja yang kuat.
Angka pertumbuhan 200% – 300% dalam kurun waktu satu tahun dianggap sebagai pencapaian yang sangat baik bagi sebuah lembaga investasi.
Hal ini menunjukkan potensi besar Danantara Indonesia dalam mengoptimalkan aset negara.
Hingga saat ini, lanjutnya, Danantara belum merilis laporan keuangan konsolidasiannya untuk tahun fiskal 2025.
Meskipun demikian, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara telah menyelesaikan laporan keuangan masing-masing.
“Publikasi laporan konsolidasian ini sangat dinantikan untuk memberikan gambaran lengkap mengenai kinerja keuangan lembaga tersebut,” ucap Prabowo, menjelaskan.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria, mengatakan laporan keuangan konsolidasian Danantara ditargetkan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit mengingat kompleksitasnya,” ujarnya.
Penyusunan laporan keuangan ini, menurut dia, memakan waktu karena Danantara harus mengkonsolidasikan laporan keuangan dari lebih dari 1.000 BUMN.
Proses ini juga melibatkan eliminasi transaksi antar perusahaan yang rumit untuk menghasilkan gambaran keuangan yang akurat dan tidak bias.
Untuk menjamin akuntabilitas, Dony memastikan bahwa laporan keuangan yang akan diterbitkan oleh Danantara akan diaudit sepenuhnya oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Saat ini, laporan keuangan tersebut berada dalam fase pra audit. Danantara juga telah melibatkan konsultan keuangan untuk menyusun struktur akunnya, memastikan laporan konsolidasian sesuai dengan standar keuangan yang berlaku.
Dony optimisme bahwa proses penyusunan laporan keuangan akan berjalan jauh lebih cepat di tahun-tahun berikutnya. []








