
PeluangNews, Jakarta —PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek dan Nippon Signal Co.Ltd. menyepakati kerja sama untuk melakukan modernisasi teknologi telekomunikasi dan persinyalan transportasi di Indonesia.
Penandatanganan Head of Agreement (HoA) dilakukan antara PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ) dan Nippon Signal Co., Ltd. dilakukan belum lama ini di Tokyo, Jepang dengan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Nurmala Kartini Sjahrir.
PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ) merupakan perusahaan yang didirikan untuk menjadi solusi transportasi terintegrasi di Jabodetabek, yang merupakan perusahaan patungan antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT KAI (Persero). Perusahaan tersebut bergerak di bidang transportasi perkeretaapian yang mengelola transportasi perkeretaapian terintegrasi dan mengembangkan Kawasan Berorientasi Transit/Transit Oriented Development (TOD) di wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).
Mengusung semangat “The Japanese Precision, Indonesian Trust: Advancing Railway Safety for Indonesia”, HoA ini menjadi landasan kolaborasi kedua perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan serta modernisasi sistem perkeretaapian nasional.
Dubes Nurmala Kartini Sjahrir mengatakan bahwa rekam jejak kerja sama transportasi Indonesia–Jepang yang sukses pada MRT Jakarta kini memasuki babak baru.
“MRT Jakarta adalah simbol nyata persahabatan Indonesia dan Jepang. Kemitraan yang ditandatangani hari ini menunjukkan bahwa kerja sama kita tidak berhenti pada konstruksi, tetapi menjangkau teknologi keselamatan dan persinyalan yang menjaga jutaan penumpang setiap harinya. KBRI Tokyo siap menjadi jembatan bagi setiap kemitraan Indonesia–Jepang yang lahir dari forum ini,” ujarnya melalui siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri pada Jumat, 7 Agustus.
Menurut Direktur Utama PT MITJ Fuad I. Z. Fachroeddin, kemitraan yang disepakati kedua pihak ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem keselamatan transportasi publik kelas dunia di kawasan Jabodetabek. “Presisi teknologi Jepang yang dipadukan dengan kepercayaan dan kebutuhan Indonesia akan melahirkan sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan terintegrasi. Head of Agreement ini menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang antara PT MITJ dan Nippon Signal,” ujarnya.
Rangkaian forum diakhiri dengan presentasi teknis proyek Precast Tunnel Segment MRT Jakarta Fase 3 serta sesi business matching satu-per-satu antara delegasi Indonesia dan jajaran pengusaha Jepang.
Kegiatan ini diyakini menjadi wujud konkret sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong arus investasi serta alih teknologi maju dari Jepang ke Indonesia, sekaligus memperkokoh hubungan bilateral di sektor infrastruktur transportasi berkelanjutan.
Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari rangkaian PT MITJ Business Matching Forum yang diselenggarakan atas kerja sama KBRI Tokyo dan PT MITJ. Forum ini mempertemukan PT MITJ bersama mitra strategisnya, PT Duta Sarana Perkasa (Dusaspun), dengan lebih dari sepuluh perusahaan Jepang guna menjajaki kemitraan pada proyek Precast Tunnel Segment MRT Jakarta Fase 3 (Jalur Timur–Barat). Sektor kolaborasi mencakup industri precast, Transit Oriented Development (TOD), dan teknologi perkeretaapian, yang didukung oleh skema pinjaman ODA Jepang melalui JICA senilai lebih dari 140 miliar yen.





