
PeluangNews, Demak – Sebanyak 110 stan produk unggulan meramaikan Demak Expo 2026 di halaman Stadion Sport Center, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pameran yang berlangsung 6–9 Agustus 2026 tersebut menargetkan nilai transaksi mencapai Rp500 juta. Demak Expo 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Demak untuk memperluas promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM Demak. Beragam produk unggulan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kerajinan, batik, fesyen, makanan dan minuman, hingga layanan jasa keuangan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, mengatakan Demak Expo tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Demak menargetkan nilai transaksi selama pelaksanaan kegiatan mencapai Rp500 juta,” ujar Iskandar saat pembukaan Demak Expo, Kamis (6/8/2026) lalu.
Menurut Iskandar, kehadiran 110 stan dalam Demak Expo menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Demak untuk memperluas pengenalan produk kepada masyarakat. Pameran tersebut sekaligus menjadi sarana publikasi berbagai hasil pembangunan serta program pembinaan yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, dan BUMD.
Dengan konsep tersebut, Demak Expo diharapkan tidak hanya menghasilkan transaksi selama pameran berlangsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pasar baru bagi pelaku usaha. Beragam produk lokal yang ditampilkan juga memperlihatkan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Demak. Produk kerajinan, batik, fesyen, makanan dan minuman menjadi bagian dari komoditas unggulan yang dapat dikembangkan untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Demak Expo 2026 juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Setiap hari, pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni budaya sekaligus memanfaatkan sejumlah layanan publik yang tersedia di lokasi pameran.Selain itu, terdapat sarasehan Forum UMKM, jalan sehat, beauty class, senam dan yoga ibu hamil, pound fit, serta berbagai perlombaan.
Untuk anak-anak, panitia menghadirkan lomba mewarnai dan puzzle tingkat taman kanak-kanak. Sementara pelajar sekolah dasar dapat mengikuti kegiatan fashion show. Rangkaian kegiatan tersebut membuat Demak Expo tidak hanya berfungsi sebagai pusat promosi produk, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara pelaku UMKM Demak dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah mengatakan Demak Expo merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Demak yang terus dikembangkan dari tahun ke tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut pada awalnya lebih banyak berfokus pada pameran produk UMKM. Namun, dalam perkembangannya, Demak Expo dikolaborasikan dengan berbagai program dan kegiatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Melalui Demak Expo, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat produk-produk unggulan, serta berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Demak. Kami berharap, kegiatan ini semakin mendorong UMKM agar terus berkembang, semakin dikenal masyarakat, bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Eisti’anah.
Ia berharap keberadaan Demak Expo dapat membuat upaya memperkenalkan produk UMKM Demak semakin optimal. Dengan promosi yang semakin luas, produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Demak, tetapi juga mampu bersaing di berbagai pasar.
“Sehingga, produk-produk lokal semakin berjaya dan mampu bersaing di berbagai pasar,” pungkasnya.
Target transaksi Rp500 juta yang ditetapkan dalam Demak Expo 2026 menjadi salah satu indikator untuk melihat antusiasme masyarakat sekaligus peluang pasar bagi produk lokal. Lebih dari sekadar mengejar transaksi selama empat hari penyelenggaraan, pameran tersebut diharapkan menjadi momentum bagi UMKM Demak untuk memperkuat branding, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan daya saing produk lokal.








