
PeluangNews, Jakarta – Peralihan menuju penggunaan energi yang lebih rendah emisi mulai merambah sektor alat berat pertambangan. Tren tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Mining Indonesia & Construction Indonesia 2026 yang menjadi bagian dari IEE 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.
Dalam pameran yang resmi dibuka pada 9 September 2026 itu, SANY Group Indonesia mencatat pesanan lebih dari 500 unit alat berat dari berbagai jenis. Salah satu transaksi terbesar mencakup pesanan tunggal sebanyak 150 unit mining truck.
Mengusung tema “Electric Mining, Powered Together”, SANY Group Indonesia menampilkan sejumlah teknologi dan peralatan berbasis energi baru yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan dan konstruksi.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya SANY Group Indonesia mengikuti perkembangan kebutuhan industri sekaligus memperkenalkan solusi elektrifikasi yang mulai diterapkan pada sektor alat berat berkapasitas besar.
Kehadiran SANY Group Indonesia juga mendapat perhatian sejumlah pejabat pemerintah yang mengunjungi booth perusahaan. Mereka antara lain Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi, elektrifikasi menjadi salah satu isu yang mendapat sorotan dalam pameran tersebut.
SANY Group Indonesia menampilkan peralatan yang mencakup sejumlah tahapan operasional pertambangan, mulai dari penggalian, pemuatan hingga pengangkutan material.
Produk yang dipamerkan meliputi excavator kelas 100 ton, mining truck kelas 100 ton, wheel loader listrik, heavy-duty truck listrik murni, serta dump truck listrik.
Ragam produk tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi elektrifikasi tidak hanya menyasar kendaraan penumpang, tetapi juga peralatan berkapasitas besar yang bekerja di lingkungan pertambangan.
Selain peralatan listrik, genset DEUTZ turut ditampilkan sebagai solusi pendukung untuk menyediakan pasokan daya yang stabil dan andal bagi lokasi konstruksi maupun operasional.
Kehadiran berbagai produk tersebut memperkuat portofolio solusi energi baru SANY Group Indonesia, mulai dari proses pemuatan, transportasi, penyimpanan energi hingga dukungan sumber daya.
Saanjay Shamdasani, Deputy General Manager and Director of Government Relations, SANY Group Indonesia menyatakan, “Visi SANY Group Indonesia adalah mendorong transformasi menuju industri pertambangan rendah karbon melalui penggunaan alat berat yang secara bertahap beralih dari hybrid menuju electric, didukung charging infrastructure, energi rendah karbon, digital fleet management, dan SDM berkompetensi high-voltage electrical.
Di IEE Series 2026, kami menghadirkan SE588, SYZ445C-8REEV, dan wheel loader SW956E. SE588 memiliki GCW hingga 120 ton untuk single trailer dan 220 ton untuk double trailer, dengan waktu pengisian sekitar 75 menit. Sementara SYZ445C-8REEV memiliki payload hingga 45 ton dan waktu pengisian sekitar 50 menit, sekaligus menjadi teknologi REEV pertama SANY Group Indonesia yang masuk ke Indonesia dan dapat menjadi solusi untuk area dengan keterbatasan sumber listrik. Teknologi ini berpotensi menekan biaya operasional hingga 60% dan biaya perawatan hingga 50%, sekaligus mendukung pengurangan emisi dan target Net Zero Emission Indonesia 2060.”
Respons pelaku industri terhadap perkembangan teknologi tersebut terlihat dari aktivitas di booth SANY Group Indonesia sepanjang pameran.
Sejumlah perusahaan pertambangan, perusahaan konstruksi dan engineering, pelanggan, serta mitra bisnis memanfaatkan pameran untuk berdiskusi mengenai perkembangan teknologi alat berat dan kebutuhan operasional di Indonesia.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan produk yang dipamerkan, tetapi juga pemilihan alat berat pertambangan berbasis energi baru, pengadaan peralatan, serta dukungan layanan purnajual yang terlokalisasi di Indonesia.
“Minat tersebut turut tercermin dari sejumlah kontrak yang ditandatangani selama pameran. Salah satu transaksi terbesar mencakup pesanan tunggal 150 unit mining truck, sementara secara keseluruhan lebih dari 500 unit alat berat dari berbagai jenis dipesan selama penyelenggaraan pameran. Pencapaian tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi SANY Group Indonesia di pasar Indonesia, sekaligus menunjukkan adanya aktivitas pengadaan yang cukup signifikan di tengah perkembangan industri pertambangan dan konstruksi nasional,” jelas Saanjay.
Perhatian terhadap teknologi energi baru juga terlihat saat Wakil Menteri ESDM Republik Indonesia Yuliot mengunjungi booth SANY Group Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Yuliot memberikan perhatian khusus terhadap SE588, heavy-duty truck listrik murni yang ditampilkan perusahaan.
Yuliot mendapatkan penjelasan mengenai performa kendaraan dan berbagai kemungkinan penerapannya dalam kegiatan operasional di lapangan. Ia juga berdiskusi dengan perwakilan SANY Group Indonesia mengenai perkembangan industri serta tren penggunaan alat berat pertambangan berbasis energi baru.
Setelah mendapatkan penjelasan mengenai strategi elektrifikasi dan portofolio produk SANY Group Indonesia, Yuliot membubuhkan tanda tangannya pada bodi SE588 sebagai kenang-kenangan.
Bagi SANY Group Indonesia, keikutsertaan dalam Mining Indonesia & Construction Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk, tetapi juga bagian dari upaya mengikuti perkembangan kebutuhan industri sekaligus memperkuat kehadiran perusahaan di Indonesia.
Transformasi menuju operasional yang lebih efisien dan rendah emisi diperkirakan menjadi bagian dari perkembangan industri pertambangan ke depan.
Namun, penerapan teknologi tersebut tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat. Kesiapan infrastruktur pendukung, layanan, rantai pasok, serta kemampuan menyesuaikan teknologi dengan karakteristik masing-masing lokasi tambang menjadi faktor yang turut diperhatikan.
SANY Group Indonesia menyatakan akan terus mengembangkan produk berbasis elektrifikasi dan teknologi cerdas, sekaligus memperkuat rantai pasok serta jaringan layanan lokal agar produk dan solusi yang ditawarkan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia.
Melalui pengembangan tersebut, jelas Saanjay, SANY Group Indonesia ingin mengambil bagian dalam proses transformasi sektor pertambangan dan konstruksi Indonesia dengan menghadirkan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Perubahan menuju pertambangan yang lebih cerdas dan rendah emisi, menurutnya, bukan hanya mengenai teknologi baru, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan secara relevan dan berkelanjutan di lapangan.
“Dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan dan inovasi teknologi secara berkelanjutan, SANY Group Indonesia Indonesia akan terus mengambil bagian dalam perkembangan sektor pertambangan dan infrastruktur Indonesia. Melalui kolaborasi dengan pelanggan dan mitra industri, SANY Group Indonesia siap membangun masa depan pertambangan Indonesia yang lebih cerdas, elektrik, hijau, dan berkelanjutan,” tutupnya.








