hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
UMKM  

Program SIAP SMESCO Bidik UMKM Naik Kelas

KICKOFF SMESCO Incubation & Acceleration Program (SIAP) di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Foto: Ratih/peluangnews
KICKOFF SMESCO Incubation & Acceleration Program (SIAP) di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Foto: Ratih/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Tantangan UMKM untuk naik kelas tidak lagi sebatas meningkatkan produksi. Akses pasar, perizinan, pembiayaan, kemampuan manajemen hingga kesiapan menghadapi transformasi digital menjadi rangkaian kebutuhan yang harus diperkuat secara bersamaan.

Hal itu menjadi fokus SMESCO Indonesia melalui SMESCO Incubation & Acceleration Program (SIAP) yang resmi dimulai di SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Program tersebut dirancang untuk mendampingi pelaku UMKM memperkuat kapasitas bisnis, mengadopsi teknologi digital, termasuk artificial intelligence (AI), hingga membuka peluang menembus pasar global.

Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan, SIAP memiliki lima output utama yang menjadi fokus pendampingan UMKM atau disebut 5P.

“Lima output ini kita sebut dengan 5P. Yang pertama adalah pemasaran,” kata Doddy dalam acara KICKOFF SMESCO Incubation & Acceleration Program (SIAP) di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut dia, pemasaran menjadi salah satu layanan inti yang diberikan SMESCO kepada UMKM. Karena itu, peserta program nantinya akan diarahkan untuk mengikuti berbagai kegiatan pemasaran yang disiapkan SMESCO, baik secara online maupun offline.

Program tersebut juga akan membuka akses pemasaran untuk pasar domestik maupun internasional. Para finalis dan peserta SIAP akan dilibatkan dalam program pemasaran yang disiapkan SMESCO untuk 2027.

Selain pemasaran, aspek kedua yang menjadi perhatian adalah perizinan. Menurut Doddy, penguatan legalitas menjadi bagian penting agar UMKM semakin siap mengembangkan usahanya, termasuk dalam pemenuhan sertifikasi halal.

“Yang kedua adalah perizinan,” ujarnya.

Aspek ketiga adalah pembiayaan. Doddy menegaskan, dukungan pembiayaan dalam program tersebut tidak semata-mata berbentuk kredit, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan usaha.

SMESCO, kata dia, menggandeng perusahaan pembiayaan dari sektor perbankan maupun nonperbankan, termasuk perusahaan berbasis teknologi finansial. Skema tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan produktif pelaku usaha.

Dalam program itu, SMESCO juga menjajaki kerja sama dengan SAPLO. Berdasarkan hasil pembahasan, potensi pembiayaan yang dapat diberikan melalui kerja sama tersebut mencapai Rp3 miliar.

“Kami sedang merancang agar biaya platformnya tidak lebih dari 10 persen. Harapannya, ini bisa menjadi salah satu channel distribusi bagi Bapak-Ibu dalam melakukan penjualan secara berkelanjutan,” lanjut Doddy.

SMESCO juga membuka peluang kerja sama yang berkaitan dengan akses pasar ekspor. Kolaborasi dengan sejumlah mitra diarahkan untuk membantu badan usaha yang membutuhkan akses ke pasar luar negeri.

Di sisi lain, pengembangan kapasitas UMKM dalam SIAP tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. SMESCO juga menyiapkan penguatan manajemen yang mencakup hard skill dan soft skill.

Doddy mengatakan, aspek karakter dan keseimbangan dalam menjalankan bisnis juga menjadi perhatian. Bahkan, dalam proses seleksi peserta, SMESCO mulai mempertimbangkan aspek kebahagiaan atau happiness dalam menjalankan usaha.

“Belum tentu bisnisnya sudah sukses, tetapi ternyata aspek happiness atau kebahagiaan dalam menjalankan usaha juga cukup tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang kami perhatikan,” ungkapnya.

Program SIAP sendiri diluncurkan sebagai bagian dari komitmen SMESCO Indonesia untuk mendampingi UMKM menghadapi digitalisasi dan persaingan pasar global. Selain penguatan kapasitas bisnis, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai motivasi bisnis, pemanfaatan AI untuk bisnis, termasuk teknologi seperti Google Gemini, serta pengembangan keseimbangan diri.

Mengusung tema “Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Inovasi Digital dan Penguatan Kapasitas Bisnis”, program tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk membangun jejaring dengan mitra strategis dan sesama pelaku usaha.

Melalui kombinasi pendampingan, akses pembiayaan, pemasaran, perizinan, pengembangan manajemen, teknologi digital dan jejaring global, SIAP diarahkan untuk membangun mentalitas scale-up sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi memiliki kapasitas untuk memperluas pasar dan mengembangkan skala bisnis.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id