hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pasca Ekspor ke Australia, Industri Pupuk Nasional Semakin Kuat

Amran Sulaiman
Mentan Amran Sulaiman bersama KSP Muhammad Qodari saat sidak ke Kios Pupuk di Provinsi Lampung, belum lama ini. | Dok. Ist

PeluangNews, Jakarta – Industri pupuk nasional semakin kuat setelah ekspor ke Australia, sementara harga pupuk dalam negeri berhasil turun 20%.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan hal itu di sela pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/5/2026).

Menurut Amran, pemerintah mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% tanpa tambahan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20%. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia,” tandas Amran.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.

“Volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi (diantaranya),” kata Mentan Amran.

Dia mengemukakan bahwa Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.

Selain itu, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.

Pelepasan itu menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

Dikatakan, ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar.

Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

Setelah Australia, pemerintah mulai mengarahkan penguatan pasar ekspor pupuk nasional ke sejumlah negara strategis lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia.

“Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” kata Gita.

Dia menambahkan kerja sama itu juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara.

Gita mengaku bangga mendapat dukungan ketahanan pangan dari Indonesia.

Pupuk itu akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan.[]

pasang iklan di sini
octa vaganza