
PeluangNews, Jakarta – Massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Ando Gani Nena Wes (KSPI AGN) dan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) berunjuk rasa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Unjuk rasa tersebut mengusung 11 tuntutan yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja.
Menurut Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea, tuntutan tersebut mencakup persoalan pengupahan, outsourcing, jaminan sosial, pekerja kontrak, pekerja platform hingga perlindungan buruh perempuan.
“Hal yang saya sampaikan pokok-pokoknya yaitu soal pengupahan, soal outsourcing, lalu soal jaminan sosial, lalu PKWT, soal pekerja platform, jaminan pesangon. Cuti haid juga, pemagangan,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers.
Berikut 11 tuntutan buruh dalam aksi tersebut:
1. Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh.
2. Menjamin kepastian kerja, menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak, serta mencegah penyalahgunaan sistem pemagangan.
3. Menjamin hak buruh memperoleh upah yang layak dan bermartabat serta menghapus sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
4. Menjamin dan melindungi pekerja platform, termasuk pekerja media, pengemudi ojek online, serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
5. Menjamin hak pesangon pekerja dan mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
6. Memperkuat serikat pekerja serta menjamin kebebasan berserikat.
7. Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja sebagai tujuan utama pembangunan.
8. Memberikan sanksi dan memperkuat penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak buruh.
9. Menjamin dan melindungi hak buruh perempuan, termasuk hak cuti haid tanpa persyaratan surat dokter.
10. Memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan lainnya.
11. Menjalankan program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) bagi buruh Indonesia untuk menghadapi perkembangan teknologi dan otomatisasi.
Aksi demo massa buruh itu menjadi bagian dari desakan agar pemerintah dan DPR memperhatikan kepentingan pekerja dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan.
Polisi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan tidak melintas arena demo di Bundaran HI untuk menghindari kemacetan.
Polda Metro Jaya melakukan patroli siber guna mengantisipasi adaya perusuh yang hendak membuat kerusuhan dalam demo buruh di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
“Baik itu dengan adanya patroli siber, patroli media-media digital, ataupun ajakan-ajakan untuk melakukan kegiatan gangguan Kamtibmas. Itu pasti juga akan dilakukan upaya penindakan tegas, tepat, dan terukur oleh Satgas Gakkum yang ada di Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Pos Polisi Thamrin.
Dia mengatakan patroli ini untuk mencegah adanya kelompok tak bertanggung jawab yang mengganggu aksi damai para buruh.
“Nah, ini diharapkan dengan adanya tindakan-tindakan preventif strike dapat memitigasi kelompok-kelompok ataupun orang-orang tertentu yang ingin merusak, mengganggu suasana demokrasi,” kata dia.
Hal ini dilakukan karena, seperti aksi demonstrasi warga Pati sebelumnya, buruh berencana mengakhiri aksi lebih cepat, yakni sekitar pukul 13.00 WIB.
Selain itu, patroli dalam Operasi Nila Jaya 2026 juga masih berlangsung pada Rabu (23/9/2026) malam untuk memberantas peredaran tramadol.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11.734 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dikerahkan untuk mengawal jalannya demo di tiga titik wilayah Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto merinci, tiga titik aksi tersebut berada di Silang Selatan Monas, sekitaran Bundaran HI, dan Gedung DPR/MPR RI.
“Kegiatan masyarakat tersebut, penyampaian aspirasi di sekitar Monas dan Silang Selatan dipersiapkan 4.020 personel. Sekitar Bundaran HI, Dukuh Atas, Thamrin 4.051 personel. DPR dan MPR 3.663 personel,” kata Budi di Pos Polisi Thamrin.
Di Bundaran HI, massa aksi berasal dari kalangan buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).
Sementara itu, di depan Gedung DPR/MPR RI, juga berlangsung aksi penyampaian aspirasi dari kalangan buruh dan mahasiswa dengan jumlah massa sekitar 600-750 orang. []








