
PeluangNews, Jakarta – Perkembangan bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ikut mengubah peta kekayaan para taipan di China. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, melonjak 31 peringkat ke posisi ketiga dalam daftar 100 orang terkaya China versi Forbes, dengan kekayaan mencapai US$46 miliar.
Dalam laporan terbarunya yang dilansir akhir pekan ini, Forbes mencatat kekayaan Liang bertambah US$34,5 miliar. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar secara nominal di antara para miliarder dalam daftar, menyusul putaran pendanaan pada Oktober yang membuat valuasi perusahaan AI miliknya melampaui US$75 miliar.
Lonjakan kekayaan Liang mencerminkan semakin besarnya peran industri AI dalam perekonomian China. Sejumlah pengusaha di sektor teknologi dan AI juga masuk dalam jajaran 10 besar orang terkaya di negara tersebut.
Di posisi pertama terdapat Zhang Yiming, salah satu pendiri ByteDance, perusahaan teknologi yang dikenal luas melalui aplikasi TikTok. Kekayaannya meningkat US$14,7 miliar menjadi US$84 miliar. Ini merupakan kali pertama Zhang menempati posisi teratas dalam daftar Forbes.
ByteDance juga semakin serius mengembangkan bisnis AI. Perusahaan tersebut mengusulkan investasi hingga US$70 miliar pada tahun ini, terutama untuk membangun infrastruktur AI. Di China, produk asisten AI mereka, Doubao, tercatat memiliki 345 juta pengguna aktif bulanan dan menjadi aplikasi berbasis AI paling populer di negara itu pada kuartal I-2026.
Sementara itu, Zhong Shanshan, pendiri perusahaan air minum dan minuman Nongfu Spring, turun ke posisi kedua. Kekayaannya menyusut US$16,9 miliar menjadi US$60,2 miliar setelah saham perusahaan terkoreksi hampir seperempat dibandingkan tahun sebelumnya, di tengah perlambatan pertumbuhan pendapatan di pasar domestik.
Secara keseluruhan, Forbes mencatat total kekayaan 100 orang terkaya China mencapai US$1,3 triliun, turun dari US$1,35 triliun pada tahun sebelumnya. Pelemahan pasar domestik, konsumsi yang masih lesu, serta sektor properti yang belum pulih menjadi sejumlah faktor yang membayangi kekayaan para taipan China.
Indeks saham acuan CSI 300 juga tercatat turun 7% sejak pengukuran kekayaan terakhir dilakukan Forbes. Kondisi tersebut menyebabkan kekayaan lebih dari separuh orang dalam daftar mengalami penurunan.
Selain Zhang Yiming dan Liang Wenfeng, sejumlah nama lain juga menempati posisi 10 besar. Pendiri Alibaba, Jack Ma, berada di peringkat kesembilan dengan kekayaan US$26,1 miliar.
Adapun Chen Jianhua, Chairman Hengli Group yang bergerak di bidang petrokimia, naik 30 peringkat ke posisi kesepuluh. Kekayaannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$25,2 miliar, seiring meningkatnya permintaan global terhadap kapal baru setelah unit bisnis pembuatan kapal perusahaannya melantai di Bursa Efek Shanghai melalui skema pencatatan tidak langsung.
Di sektor otomotif, Wang Chuanfu, Chairman BYD, berada di posisi ke-16 dengan kekayaan US$20,7 miliar.





