hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Berita  

Banjir Rendam Permukiman Halmahera Utara, Tanggul Darurat Disiapkan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan.

PeluangNews, Maluku-Luapan Sungai Somi merendam permukiman warga di Desa Tabobo, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa. Banjir yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) itu mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengerukan sedimen sungai yang materialnya akan dimanfaatkan sebagai tanggul darurat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu penanganan dampak banjir, sekaligus memulihkan kondisi infrastruktur di wilayah terdampak.

“Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Prioritas utama adalah memulihkan akses masyarakat, memperbaiki tanggul, dan memastikan aliran sungai kembali lancar sehingga risiko banjir susulan dapat ditekan,” kata Dody.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Budi Prasetyo, mengatakan tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan survei dan mengidentifikasi penyebab meluapnya Sungai Somi atau overtopping.

Menurut Budi, tim juga tengah menyiapkan mobilisasi alat berat berupa excavator dari Halmahera Barat guna mempercepat proses penanganan di Desa Tabobo.

“Saat ini, tim reaksi cepat BWS Maluku Utara telah berada di lapangan untuk melakukan survei dan mengidentifikasi penyebab terjadinya limpasan sungai atau overtopping di Sungai Somi, Desa Tabobo, Kecamatan Malifut. Selain itu, BWS Maluku Utara juga tengah menyiapkan mobilisasi excavator dari Halmahera Barat untuk mempercepat penanganan,” terang Budi.

Penanganan darurat akan difokuskan pada perbaikan alur sungai melalui penggalian sedimen. Material hasil pengerukan nantinya digunakan untuk membangun tanggul sementara guna menahan limpasan air agar tidak kembali menggenangi permukiman warga.

Budi menjelaskan, langkah tersebut menjadi upaya awal untuk mengendalikan aliran Sungai Somi, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya awal untuk mengendalikan aliran sungai sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir kembali apabila hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut,” ujarnya.

Di tengah proses penanganan, Kementerian PU mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat meningkatkan debit air sungai secara cepat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Somi diminta terus memantau kondisi aliran air dan segera menjauh dari kawasan sungai apabila terjadi peningkatan debit secara tiba-tiba.

Kementerian PU juga terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan sesuai kondisi terkini. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir susulan sekaligus melindungi permukiman warga di sekitar aliran Sungai Somi.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id