hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

blu BCA Digital Kenalkan Literasi Keuangan Lewat Anime dan Komik

Partisipasi blu dalam gelaran Comic Frontier (Comifuro) 23. Foto: blu bca/peluangnews
Partisipasi blu dalam gelaran Comic Frontier (Comifuro) 23. Foto: blu bca/peluangnews

PeluangNews, Jakarta-Mengoleksi action figure, berburu merchandise karakter favorit, hingga menghadiri acara komunitas anime dan manga menjadi kesenangan tersendiri bagi banyak anak muda. Namun, di balik keseruan menekuni hobi tersebut, ada tantangan yang kerap muncul, yakni menjaga pengeluaran agar tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Mengatur keuangan di tengah banyaknya keinginan bukan perkara mudah. Apalagi, bagi penggemar anime dan manga yang memiliki beragam incaran koleksi. Tanpa perencanaan anggaran, pengeluaran untuk hobi bisa dengan mudah membengkak.

Melihat fenomena tersebut, blu by BCA Digital menghadirkan pendekatan kreatif untuk mengenalkan pengelolaan keuangan kepada generasi muda melalui anime dan komik. Karya ini melibatkan animator lokal dengan proses ilustrasi manual tanpa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Inisiatif tersebut diperkenalkan melalui partisipasi blu dalam gelaran Comic Frontier (Comifuro) 23. Dalam kesempatan ini, blu juga memperkenalkan intellectual property (IP) pertamanya dalam format anime dan komik melalui tiga karakter bernama Benni, Lea, dan Utta.

Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, mengatakan pembahasan mengenai keuangan tidak harus selalu disampaikan dengan pendekatan formal. Menurutnya, anime dan komik dapat menjadi medium yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.

“Kami percaya ngobrol soal keuangan nggak harus selalu serius. Justru bisa seru, apalagi kalau dibawakan lewat anime dan komik. Bersama kreator lokal, kami menghadirkan cerita yang menghibur sekaligus relevan dengan keseharian anak muda. Partisipasi blu di Comifuro 23 juga menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan komunitas, berbagi karya, dan menikmati keseruan anime dan komik bersama para penggemarnya,” ujar Duardi, dalam keterangan resminya.

Melalui IP tersebut, blu menghadirkan kisah Benni, Lea, dan Utta, tiga karakter yang menyamar sebagai manusia dan harus beradaptasi dengan kehidupan di Bumi. Masing-masing memiliki karakter serta kebiasaan berbeda yang merepresentasikan beragam tipe anak muda.

Dalam petualangannya, ketiga karakter tersebut menghadapi berbagai situasi sehari-hari, termasuk persoalan finansial yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Episode pertama anime Benni, Lea, dan Utta telah diperkenalkan kepada pengunjung Comifuro 23. Karya tersebut juga dapat disaksikan melalui YouTube, Instagram, dan microsite khusus blu. Sementara versi komiknya tersedia melalui Instagram dan microsite blu.

Melalui cerita ringan dan menghibur, blu berupaya memperkenalkan berbagai persoalan keuangan sehari-hari dengan cara yang lebih relevan bagi penggemar anime dan manga.

Selain melalui konten kreatif, blu juga menghadirkan sejumlah fitur perbankan digital yang dapat membantu nasabah mengatur anggaran, termasuk untuk kebutuhan hobi.

Fitur bluSaving dapat dimanfaatkan untuk mengalokasikan dana berdasarkan kebutuhan tertentu. Sementara bluSpending membantu memisahkan anggaran pengeluaran agar lebih mudah dikelola dan dipantau.

Untuk menunjang transaksi sehari-hari, tersedia pula QRIS blu dan Garuda x bluDebit Card.

blu juga menghadirkan fitur bluGenie yang memungkinkan nasabah menabung secara otomatis melalui pembulatan transaksi QRIS blu. Selisih dari setiap transaksi yang dibulatkan akan langsung dialokasikan ke tabungan bluGenie sesuai pengaturan yang dipilih nasabah.

Dengan mekanisme tersebut, kebiasaan menabung dapat dibangun melalui transaksi sehari-hari tanpa harus selalu menyisihkan uang secara manual.

Selain fitur pengelolaan keuangan, blu menawarkan sejumlah keuntungan, seperti bebas biaya administrasi bulanan, bebas biaya transfer ke BCA dan bank lain sesuai ketentuan yang berlaku, serta kemudahan pembukaan rekening secara digital mulai usia 10 tahun.

Duardi mengatakan, pengelolaan keuangan bukan berarti anak muda harus mengurangi kesenangan atau meninggalkan hobi yang mereka sukai. Hal terpenting adalah memiliki perencanaan agar kebutuhan utama tetap terpenuhi.

“Buat kami, hobi adalah bagian dari cara anak muda menikmati hidup dan mengekspresikan diri. Jadi, bukan soal membatasi kesenangan mereka, tetapi bagaimana membantu mereka merencanakannya dengan lebih baik. Lewat berbagai fitur blu, kami ingin mendukung anak muda supaya tetap bisa menikmati hal-hal yang mereka suka tanpa mengesampingkan kebutuhan finansial sehari-hari,” tambah Duardi.

Melalui pendekatan budaya populer dan layanan keuangan digital, blu ingin memperkenalkan bahwa mengelola uang tidak harus menjadi aktivitas yang rumit. Bagi anak muda, perencanaan keuangan justru bisa menjadi cara untuk tetap menikmati hobi, berburu koleksi favorit, dan mengikuti aktivitas komunitas tanpa harus mengorbankan kestabilan keuangan.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id