hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Berita  

Normalisasi Bendung Notog Tingkatkan Kapasitas Irigasi Tegal 2,8 Kali Lipat

Normalisasi kantong lumpur Bendung Notog
Normalisasi kantong lumpur Bendung Notog.

PeluangNews, Tegal – Peningkatan kapasitas aliran air hingga 2,8 kali lipat di Bendung Notog, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diharapkan memperkuat pasokan air untuk mengairi 25.180 hektare lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui pengerukan 8.000 meter kubik sedimen yang selama ini menghambat kapasitas tampungan dan distribusi air irigasi.

Normalisasi kantong lumpur Bendung Notog yang berada di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pengerukan dilakukan sepanjang sekitar 810 meter untuk mengembalikan fungsi infrastruktur sumber daya air sekaligus memperlancar aliran menuju jaringan irigasi.

Plt. Kepala BBWS Pemali Juana Indah Kusuma Hidayati mengatakan, pekerjaan tersebut berhasil meningkatkan kapasitas aliran air dari sebelumnya 12.550 liter per detik menjadi sekitar 35.072 liter per detik.

“Peningkatan kapasitas ini diharapkan memperkuat kemampuan sistem irigasi dalam mengalirkan air menuju lahan pertanian dengan luas layanan potensial mencapai 25.180 hektare. Diharapkan peningkatan layanan irigasi tersebut memberikan manfaat bagi sembilan kecamatan di Kabupaten Tegal, termasuk enam kelompok tani dengan total 320 petani,” kata Indah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Karena itu, pemerintah terus mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi agar distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara merata.

Menurut Dody, penanganan infrastruktur irigasi tidak hanya dilakukan pada jaringan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, tetapi juga mencakup kewenangan pemerintah daerah.

“Kementerian PU memastikan air yang ada di bendungan, bendung, dan sungai bisa mengalir ke sawah-sawah terjauh. Kami melakukan rehabilitasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, kabupaten, dan kota karena sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025 yang memungkinkan kami mengerjakan irigasi kewenangan non Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Bendung Notog sendiri membendung aliran Sungai Pemali dengan dukungan satu saluran primer dan 33 saluran sekunder untuk mendistribusikan air ke area persawahan. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian, khususnya di Kabupaten Tegal dan Brebes.

Selain melakukan normalisasi Bendung Notog, Kementerian PU melalui BBWS Pemali Juana juga menangani jaringan irigasi di wilayah hilir, salah satunya Saluran Sekunder Wanasari di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Saluran tersebut merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Pemali Bawah yang memperoleh pasokan air dari Bendung Notog. Normalisasi dilakukan pada jaringan Wanasari 1 hingga Wanasari 3 sepanjang sekitar 3,2 kilometer dengan mengangkat 850 meter kubik sedimen yang menghambat aliran air.

Hasil penanganan tersebut meningkatkan debit air dari 38,5 liter per detik menjadi 162 liter per detik. Peningkatan aliran ini diharapkan memperlancar pasokan air untuk 280 hektare lahan persawahan yang menjadi prioritas penanganan dari total luas layanan DI Pemali Bawah sekitar 1.500 hektare.

Perbaikan jaringan irigasi di wilayah tersebut juga ditargetkan memberikan manfaat kepada 285 petani yang tergabung dalam empat kelompok tani di Desa Rengaspendawa.

Melalui normalisasi Bendung Notog dan saluran irigasi di wilayah hilir, Kementerian PU berupaya memastikan distribusi air tetap optimal hingga ke lahan pertanian. Pemeliharaan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id