hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

IHSG Terjun Bebas Tembus Level Psikologis 4.900

IHSG
Ilustrasi | IHSG Terjun bebas tembus level psikologis 4.900/dok.ist

PeluangNews, Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali dilanda kepanikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (19/10/2026) pag terjun bebas menembus level psikologis 4.900.

Data RTI (Real-Time Information), pukul 09.34 WIB, IHSG anjlok 5,13% atau 266,20 poin ke level 4.918,90. Pada pembukaan sesi I pukul 09.00 WIB, IHSG sudah jatuh 4,31% ke 4.961,87 dan terus tertekan ke 4.934,56.

Sebanyak 698 saham berada di zona merah, hanya 46 saham menguat, dan 36 saham stagnan. Bahkan 19 saham langsung menyentuh Auto Reject Bawah (ARB).

Koreksi ini melanjutkan kejatuhan Jumat (16/10) lalu di mana IHSG anjlok 8,01% hingga memicu trading halt.

Dalam sebulan terakhir IHSG sudah merosot 22,90% dan sepanjang tahun 2026 (year-to-date) sudah tergerus 43,07%, menjadikannya bursa terburuk di Asia Tenggara.

Pemicu utama adalah langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang pada 15 Oktober membuka konsultasi untuk menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI menyoroti dua isu utama: ketidakjelasan struktur kepemilikan saham (beneficial owner) dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di saham-saham konglomerasi seperti DSSA, BREN, dan CUAN.

MSCI akan menerima masukan investor global hingga 30 April 2027 dan mengumumkan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027. MSCI menegaskan reformasi yang diumumkan OJK dan BEI perlu dibuktikan implementasinya.

Sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi. Phintraco Sekuritas memperingatkan IHSG rawan uji 5.000 bahkan 4.700.

MNC Sekuritas merekomendasikan Trading Buy ASII dan Buy on Weakness TLKM, UNTR. IPOT menyarankan investor tahan cash 30-40% dan akumulasi bertahap saham BBCA di atas Rp5.950 dan ASII di atas Rp4.490.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id