
PeluangNews, Yogyakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menyiapkan 15 lembaga inkubator untuk memperkuat tata kelola dan kapasitas bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini bertujuan membantu koperasi mengembangkan usaha berdasarkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesiapan mengakses pembiayaan.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, mengatakan program inkubasi berfokus pada pembenahan tata kelola kelembagaan dan penyusunan rencana bisnis sebagai fondasi pengembangan usaha koperasi.
“Fokusnya adalah tata kelola yang baik. Yang kedua adalah business plan-nya,” kata Deva dalam kegiatan Media Gathering LPDB Koperasi di Yogyakarta, Senin (12/10/2026).
Program tersebut melibatkan 15 lembaga inkubator, termasuk sejumlah perguruan tinggi. Setiap lembaga inkubator akan mendampingi sekitar 15 koperasi selama enam bulan.
Melalui pendampingan itu, koperasi akan dibantu mengidentifikasi potensi ekonomi di wilayahnya, menyusun rencana bisnis, serta memperbaiki tata kelola organisasi. Pembenahan mencakup pengelolaan kepengurusan hingga pelaksanaan rapat anggota.
Menurut Deva, penguatan kapasitas tersebut diperlukan agar koperasi tidak sekadar memiliki kelembagaan yang memadai, tetapi juga mampu menjalankan usaha secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan perencanaan bisnis yang matang, KDKMP diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekonomi sesuai karakteristik dan potensi daerah masing-masing.
Inkubasi Perkuat Akses Pembiayaan KDKMP
Selain meningkatkan kapasitas bisnis, program inkubasi diarahkan untuk mempersiapkan koperasi agar lebih siap mengakses pembiayaan dari LPDB Koperasi.
Koperasi yang memiliki tata kelola baik dan rencana bisnis terukur diharapkan lebih siap menjalani proses penilaian pembiayaan. Dana bergulir yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha produktif dengan tetap memperhatikan kemampuan pengembalian.
Baca Juga: LPDB Koperasi Dorong Anak Muda Berkoperasi, Jadi Alternatif Pinjol
Karena itu, penguatan kelembagaan dan perencanaan bisnis menjadi bagian penting dalam membangun koperasi yang sehat. Kesiapan tersebut juga diperlukan agar pembiayaan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan.
Koperasi Mapan Jadi Kakak Asuh KDKMP
LPDB Koperasi juga mendorong pengembangan KDKMP melalui pola pendampingan antarkoperasi atau program kakak asuh. Skema ini memungkinkan koperasi yang telah berkembang membantu koperasi desa memperkuat tata kelola dan mengembangkan kegiatan usaha.
Deva mencontohkan Koperasi Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, yang menjadi kakak asuh bagi 120 KDKMP di provinsi tersebut.
Melalui pola pendampingan ini, koperasi yang lebih berpengalaman dapat berbagi pengetahuan dan praktik pengelolaan usaha kepada koperasi yang masih berkembang.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu KDKMP memperkuat organisasi, mengenali peluang usaha, serta meningkatkan kesiapan menjalankan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.
Penyaluran Pembiayaan LPDB Capai Rp22,9 Triliun
Di sisi pembiayaan, LPDB Koperasi mencatat penyaluran kumulatif sebesar Rp22,9 triliun sejak 2008 hingga Oktober 2026. Dana tersebut telah disalurkan kepada 3.929 koperasi mitra yang tersebar di 36 provinsi, dengan jumlah penerima manfaat akhir (end user) mencapai 537.678 orang.
Khusus pada 2026, LPDB mencatat realisasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,6 triliun dari target tahunan Rp2,1 triliun. Penyaluran tersebut menjangkau 115 koperasi mitra dengan 8.268 penerima manfaat di 22 provinsi.
Baca Juga:LPDB Koperasi Perkuat Peran Inkubator, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Fokus Utama 2026
Memasuki 2027, LPDB mengantisipasi peningkatan kebutuhan pembiayaan koperasi. Meski pagu anggaran tahun depan belum ditetapkan, LPDB optimistis target penyaluran dapat meningkat seiring dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi hilirisasi sawit, perumahan rakyat, ketahanan pakan, beras, tebu, perikanan, serta pengembangan ekosistem KDKMP.
Melalui program inkubasi, pendampingan antarkoperasi, dan dukungan pembiayaan, LPDB berupaya memperkuat fondasi bisnis KDKMP agar mampu berkembang menjadi koperasi yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. (Aji)








