
PeluangNews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.
IHSG anjlok hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG pada pembukaan pagi anjlok 8,01% atau 469,86 poin ke level 5.393,92. Atas penurunan tersebut, BEI menghentikan sementara perdagangan mulai pukul 08.58 WIB selama 30 menit hingga pukul 09.28 WIB.
Namun setelah perdagangan dilanjutkan, tekanan jual berlanjut. Hingga sesi I siang, IHSG terperosok 10,76% atau terpangkas 630 poin ke level 5.233,00. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 8,33% ke posisi 540,95.
Pemicu utama anjloknya pasar adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI membuka konsultasi untuk mengkaji ulang klasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market pada seluruh indeks komposit global dan regional.
MSCI menyatakan akan menerima masukan dari pelaku pasar sampai 30 April 2027 dan akan mengumumkan keputusannya sebelum 30 Juni 2027.
MSCI menegaskan rencana tersebut tetap berlanjut kecuali ditemukan bukti jelas adanya perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons wacana tersebut dengan menyatakan masih memiliki ruang untuk menunjukkan kemajuan reformasi pasar modal sebelum keputusan final MSCI.
Dari sisi sektoral, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama. Saham perbankan KBMI 4 seperti BBRI, BBCA, BMRI, BBNI mengalami koreksi dalam. Data mencatat BBRI turun 10,97% ke Rp 2.760 pada perdagangan hari ini.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan pelemahan berpotensi berlanjut jika level support psikologis 5.700 jebol.
“Jika level tersebut turut jebol, IHSG berisiko melemah lebih dalam menuju 5.300, yang merupakan area previous low,” ujarnya.
Selain pasar saham, nilai tukar rupiah juga melemah ke level Rp 18.038 per Dolar AS pada perdagangan hari ini, sementara harga emas Antam justru naik tipis Rp4.000 menjadi Rp2.565.000 per gram.
Hingga berita ini diturunkan, BEI menyatakan kebijakan trading halt bertujuan untuk menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien di tengah tingginya volatilitas. []








