
PeluangNews, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo membantah anggapan daya beli masyarakat melemah.
Penegasan itu disampaikan Dradjad dalam konferensi pers di Kantor Pusat Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, dikutip Selasa (13/10/2026).
“Tidak betul kalau daya beli di Indonesia itu melemah, salah,” ujar Dradjad.
Dia menyebutkan ada tiga indikator yang menunjukkan konsumsi masih kuat.
Pertama, pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata tinggi.
Kedua, konsumsi hotel dan restoran meningkat seiring masyarakat yang senang jalan-jalan.
Ketiga, transaksi pembayaran digital melalui QRIS meningkat di atas 100%.
Menurut BPS, kunjungan wisatawan mancanegara juga makin mendekati level sebelum pandemi.
Dradjad menilai kondisi saat ini bukan pelemahan daya beli, melainkan pergeseran pola belanja dari belanja barang ke belanja pengalaman.
Pernyataan ini muncul di tengah data Kementerian Ketenagakerjaan yang mencatat PHK mencapai 63.789 pekerja hingga September 2026, dengan Jawa Barat tertinggi. []








