hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Harga Pangan Melonjak Signifikan, Jadi Beban Pengeluaran Rumah Tangga

harga pangan
Ilustrasi: Pedagang pangan di pasar tradisional | foto: dok.isti

PeluangNews, Jakarta – Harga pangan nasional terpantau mengalami lonjakan signifikan pada hari ini, Senin (26/10/2026), menambah beban pengeluaran rumah tangga di akhir bulan Oktober.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dipantau pukul 10.00 WIB, kenaikan terjadi hampir di semua komoditas, mulai dari bawang, beras, cabai, daging ayam, telur, gula pasir hingga minyak goreng.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang harganya mencapai Rp152.950 per kilogram. Angka tersebut meningkat sekitar 47 persen dibandingkan harga acuan minggu lalu.

Cabai merah besar juga naik 22,25% menjadi Rp91.750 per kg dan cabai merah keriting naik 21,29% menjadi Rp105.950 per kg.

Selain cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 42,8 persen menjadi Rp53.050 per kilogram.

Sementara bawang putih naik 25,06%  menjadi Rp48.150 per kilogram. Kenaikan harga bawang dikeluhkan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati karena pasokan dari Brebes dan Bima terlambat akibat cuaca ekstrem.

Di kelompok beras, kenaikan merata terjadi. Beras kualitas bawah I naik 9,06% menjadi Rp16.250/kg, beras bawah II naik 10,51% menjadi Rp16.300/kg.

Beras kualitas medium I naik 10,81% menjadi Rp18.450/kg dan medium II naik 10,94% menjadi Rp18.250/kg. Sedangkan beras kualitas super I naik 6,69% menjadi Rp19.150/kg dan super II naik 7,47% menjadi Rp18.700/kg.

Komoditas protein hewani juga mengalami kenaikan. Harga daging ayam ras segar meningkat 23,4% menjadi Rp50.100 per kilogram, telur ayam ras naik 8% menjadi Rp31.200/kg, dan daging sapi naik 3% menjadi Rp142.000/kg.

Pengamat ekonomi pangan dari IPB, Bustanul Arifin mengatakan lonjakan harga cabai dan bawang merupakan fenomena musiman yang diperparah gangguan distribusi dan spekulasi pedagang jelang musim hujan.

“Pemerintah perlu melakukan operasi pasar dan memperlancar distribusi dari sentra produksi. Kalau tidak, inflasi pangan di Oktober ini bisa di atas 0,6%,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Perdagangan belum mengumumkan rencana operasi pasar besar-besaran, namun Bulog menyatakan stok beras nasional masih aman di angka 1,7 juta ton. []

pasang iklan di sini
lpdb.go.id