
PeluangNews, Pontianak – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kalimantan Barat melalui program Bursa Wirausaha Unggulan (BWU). Program yang digelar di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin (26/10/2026), ini menyasar mahasiswa, wirausaha pemula, serta pelaku UMKM, termasuk pengusaha yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, BWU dirancang untuk menghubungkan 1.000 mahasiswa dengan UMKM binaan perguruan tinggi, lembaga inkubator, dan berbagai layanan pengembangan usaha. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Maman, pengembangan wirausaha baru menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, terutama di tengah besarnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal dan masih tingginya angka pengangguran.
“Program ini juga bagian dari upaya kami mengubah tantangan ketenagakerjaan menjadi peluang pertumbuhan wirausaha baru dan juga mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja berkualitas,” ujar Maman.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan, hingga Juli 2026 sebanyak 85,3 juta orang atau 57,8 persen penduduk bekerja berada di sektor informal. Sementara itu, 7,24 juta orang masih menganggur.
Di Kalimantan Barat, sekitar 139 ribu penduduk belum memperoleh pekerjaan. Pada saat yang sama, 77 perguruan tinggi di provinsi tersebut menghasilkan sekitar 32 ribu lulusan baru setiap tahun.
Kondisi tersebut, menurut Maman, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan generasi muda.
Karena itu, ia mengajak pimpinan perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dengan keberanian memulai usaha, kreativitas, dan kemampuan berinovasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kami juga mendorong mahasiswa dan talenta muda mengambil peluang usaha dan menciptakan inovasi sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Perluas Akses Pasar dan Pembiayaan UMKM
Selain mendorong lahirnya wirausaha baru, Kementerian UMKM memperluas akses pasar bagi pelaku usaha melalui sejumlah kolaborasi strategis.
Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama antara merek makanan Di’Mr.Kriuk dan jaringan ritel Alfamart. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk UMKM.
Kementerian UMKM juga memfasilitasi kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat dengan LLP-KUKM untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan usaha.
Dari sisi digitalisasi, kementerian tersebut membangun komitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat untuk mendorong pelaku UMKM bergabung dengan platform SAPA UMKM.
Platform tersebut diharapkan mempermudah pelaku usaha mengakses berbagai layanan pengembangan bisnis yang terintegrasi dengan 18 kementerian dan lembaga.
Baca Juga:70 Ribu Lebih Balita Terjangkit ISPA, Karhutla 2026 Berpeluang Ciptakan “Lost Generation”
Dukungan pembiayaan juga diberikan kepada sejumlah pengusaha muda produktif di Kalimantan Barat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran pembiayaan melibatkan BRI, Bank Kalbar, Bank Mandiri, BNI, BTN, BSI, dan Pegadaian.
Untuk memperluas jangkauan pendampingan, Kementerian UMKM turut menandatangani nota kesepahaman dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura serta TVRI.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi, lembaga pendamping, dan media dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
UMKM Terdampak Karhutla Didorong Bangkit
Di tengah upaya memperkuat kewirausahaan, Maman juga menyampaikan keprihatinannya atas bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Ia berharap bencana kabut asap segera berakhir agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, termasuk kegiatan ekonomi para pelaku UMKM.
“Kita semua berharap dan berdoa semoga bencana kabut asap ini segera berakhir sehingga kehidupan masyarakat kembali berjalan normal,” ujar Maman.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, Kementerian UMKM bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program CSR Kredit Ultra Mikro (KUM) Peduli. Program ini ditujukan untuk memfasilitasi pembiayaan usaha berbunga rendah bagi pelaku UMKM.
Dukungan juga diarahkan kepada pengusaha perempuan di sektor ultramikro melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Pontianak yang diselenggarakan bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pengembangan usaha sekaligus memperkuat kapasitas perempuan pelaku usaha ultramikro agar mampu mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.
Maman optimistis, sinergi pemerintah, perbankan, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan sektor swasta dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kalimantan Barat.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak wirausaha baru tumbuh, akses pasar dan pembiayaan UMKM semakin terbuka, serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak karhutla dapat berjalan lebih baik. kementerian umkm kalbar
“Saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi dalam menciptakan ekosistem yang mendukung para wirausaha untuk tumbuh,” pungkas Maman. (Aji)








