
PeluangNews, Jakarta – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan, sektor industri manufaktur nasional kembali mencatatkan fase ekspansi sepanjang Oktober 2026, di tengah tekanan global dan pelemahan rupiah.
Hal itu disampaikan Sarmuji dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026) yang laporannya dirilis Sabtu (31/10/2026) ini.
“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Oktober mencapai level 53,75. Kembali berada pada level ekspansi setelah bulan sebelumnya berada pada level 51,9,” tutur Sarmuji.
Sarmuji menjelaskan, IKI di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Selain IKI, indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada September 2026 juga berada di posisi 52,1, masih ekspansif.
Sepanjang 2026, laju industri pengolahan nonmigas berhasil menembus 5,32%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,29%.
Pertumbuhan 5,5% secara nasional dengan inflasi terkendali dinilai masih solid di tengah tiga risiko global: geopolitik, perubahan iklim, dan volatilitas pasar keuangan.
Sarmuji juga menyebut substitusi impor senilai Rp400 triliun berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,71% dan menghasilkan tambahan output Rp627,58 triliun.
Simulasi BPS menunjukkan setiap Rp1 belanja produk dalam negeri memberi dampak Rp2,2 terhadap ekonomi. []








