hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Starbucks Serap Kopi Petani Lokal

Ilustrasi: Istimewa- peluangnews

PeluangNews, Jakarta – Pemberdayaan petani kopi lokal dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan rantai pasok industri kopi nasional.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengapresiasi langkah Starbucks Indonesia yang menyerap kopi dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan gerainya di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Yandri, penyerapan dalam skala besar dengan harga yang adil dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Langkah tersebut juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok global yang rentan terganggu akibat krisis logistik maupun kenaikan biaya pengiriman.

“Saya kira bagus sekali dan perlu diapresiasi pemberdayaan yang dilakukan oleh Starbucks Indonesia kepada petani lokal di desa,” ujar Yandri saat menerima audiensi Penasihat Senior Starbucks Wilayah Asia, Dino Patti Djalal, beserta jajaran, di ruang kerjanya, Kemendes PDT, Kamis (3/9) lalu.

Yandri bahkan menilai program pemberdayaan tersebut layak memperoleh apresiasi lebih luas. Ia membuka peluang agar Starbucks Indonesia mendapatkan penghargaan dalam kategori program pemberdayaan masyarakat pada peringatan Hari Desa Nasional 2027.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam mengembangkan potensi ekonomi desa menjadi penting karena memberikan akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk masyarakat.

Di sisi lain, Kemendes PDT tengah mendorong program Desa Ekspor yang diarahkan untuk membawa berbagai produk unggulan desa ke pasar internasional.

Yandri mengatakan, sekitar 5.000 desa diproyeksikan masuk dalam program tersebut. Komoditas unggulan yang memiliki daya saing akan dikembangkan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat desa.

“Kita di sini juga ada program desa ekspor, Pak Dino, ada sekitar lima ribu desa yang kita proyeksikan menjadi desa ekspor. Jadi mungkin nanti dengan jaringan-jaringan Pak Dino Patti Djalal di luar negeri bisa menjadi salah satu negara tujuan program ini,” katanya.

Ia menambahkan, penetrasi pasar ekspor tidak hanya membuka akses perdagangan baru, tetapi juga berpotensi meningkatkan margin keuntungan dibandingkan penjualan produk di pasar domestik.

Sementara itu, Penasihat Senior Starbucks Wilayah Asia Dino Patti Djalal menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri kopi di pasar internasional.

Menurut mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut, Indonesia merupakan salah satu produsen kopi dunia yang memiliki keragaman karakter dan cita rasa. Kekayaan tersebut menjadi keunggulan yang dapat digunakan untuk memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global.

Dino menilai promosi kopi Indonesia di luar negeri tidak semata-mata berkaitan dengan perdagangan komoditas. Kopi juga dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi, identitas budaya, sekaligus diplomasi Indonesia.

“Di mana pun saya berada, baik waktu saya di Amerika, di Inggris, di Jerman, saya selalu bilang ke teman-teman itu untuk promosikan Kopi Indonesia,” kata Dino.

Ia mengaku menemukan kopi asal Indonesia di berbagai wilayah luar negeri. Salah satu indikasinya terlihat dari keberadaan kedai-kedai yang mencantumkan asal kopi dari Indonesia.

“Ternyata di sejumlah tempat pelosok di negara tadi itu saya banyak menemukan kedai bertuliskan Coffee from Sumatera,” ujarnya.

Dino yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu menilai keberadaan kopi Indonesia di mancanegara menunjukkan besarnya peluang untuk memperluas penetrasi komoditas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat global.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id