
PeluangNews, Jakarta – Tidak semua persoalan dapat dengan mudah diceritakan. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, kecemasan, maupun persoalan kehidupan lainnya bisa membuat seseorang merasa tertekan, bahkan memilih menghadapi semuanya seorang diri.
Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyediakan Healing119 sebagai layanan dukungan awal bagi masyarakat yang membutuhkan ruang untuk bercerita dan mendapatkan bantuan ketika menghadapi tekanan psikologis.
Layanan tersebut dapat diakses secara gratis melalui nomor 119 ekstensi 8. Masyarakat yang lebih nyaman berkomunikasi melalui pesan juga dapat menggunakan layanan WhatsApp Chat melalui situs resmi healing119.id.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Healing119 merupakan salah satu langkah preventif pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh pertolongan sedini mungkin sebelum persoalan kesehatan jiwa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Ini gratis enggak bayar. Layanan Healing119 ini adalah ukuran yang kita buat untuk memfasilitasi kesehatan dan masalah jiwa di masyarakat secara gratis,” ujar Dante di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah berada dalam kondisi krisis. Mereka yang sedang mengalami tekanan psikologis, kecemasan, maupun membutuhkan ruang untuk menyampaikan cerita juga dapat memanfaatkannya.
Aksesnya pun dibuat sederhana. Masyarakat cukup menghubungi nomor 119 dan memilih ekstensi 8 untuk memperoleh layanan dukungan. Alternatif lainnya tersedia melalui fitur WhatsApp Chat di laman healing119.id.
Kehadiran layanan jarak jauh ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang belum siap atau memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan. Dukungan diberikan oleh tenaga profesional yang disiapkan untuk mendengarkan dan memberikan intervensi awal sesuai kondisi yang dihadapi.
Dalam pelaksanaannya, Healing119 melibatkan 182 psikolog klinis relawan dari Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia.
Para psikolog memberikan layanan secara bergantian melalui sistem rotasi. Dalam satu periode tiga bulan, sekitar 60 psikolog bertugas memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Keterlibatan tenaga profesional tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang yang aman bagi masyarakat untuk mengungkapkan persoalan yang sedang dihadapi.
Tingginya kebutuhan terhadap layanan dukungan psikologis juga tercermin dari jumlah masyarakat yang mengakses Healing119. Berdasarkan evaluasi Kemenkes hingga Juni 2026, layanan tersebut telah digunakan sekitar 220.000 klien, dengan rata-rata 19.000 klien setiap bulan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2.400 klien terdeteksi memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dan kemudian mendapatkan penanganan melalui intervensi awal.
Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pertolongan psikologis yang mudah dijangkau memiliki peran penting, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi masih menghadapi keraguan untuk mendatangi fasilitas kesehatan secara langsung.
Penanganan sejak dini menjadi penting karena persoalan kesehatan jiwa yang dibiarkan tanpa dukungan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Selain menyediakan layanan dukungan, Kemenkes juga terus mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap persoalan kesehatan jiwa.
Melalui kampanye #MulailahBicara, masyarakat diajak untuk lebih terbuka membicarakan kondisi psikologis dan tidak menganggap persoalan kesehatan jiwa sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.
Gerakan tersebut sekaligus mendorong masyarakat untuk menjadi pendengar bagi orang-orang di sekitarnya. Sebab, bagi seseorang yang tengah berada dalam tekanan, percakapan sederhana dapat menjadi pintu awal menuju pertolongan.
“Jangan hadapi sendirian, karena dengan diam, kita membiarkan mereka dalam kesendirian. Dengan bicara, kita bisa merangkul mereka supaya tidak menjadi krisis yang lebih lanjut,” kata Dante.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses dukungan kesehatan jiwa yang mudah, cepat, dan tidak memberikan beban biaya. Melalui Healing119, Kemenkes berupaya memastikan masyarakat memiliki pilihan untuk mencari pertolongan sejak menghadapi tekanan psikologis, sebelum berkembang menjadi krisis.








