hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Laba PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen, Tembus Rp7,08 Triliun pada 2025

Laba PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen, Tembus Rp7,08 Triliun pada 2025
Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa: Laba 2025 melonjak 90 Persen, tembus Rp7,08 Triliun/dok.humas

PeluangNews, Jakarta – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), membukukan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun pada tahun buku 2025 berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit. Capaian tersebut melonjak 90,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp3,72 triliun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian tersebut disampaikan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025.

“Nilai tersebut meningkat 90,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp3,72 triliun,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, lonjakan laba didorong oleh meningkatnya produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi operasional, serta penguatan fundamental bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah di tengah tantangan ekonomi global, volatilitas pasar energi, dan anomali iklim sepanjang 2025.

“Alhamdulillah, laba bersih setelah pajak tahun 2025 mencapai Rp7,08 triliun atau 90,3 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,72 triliun,” kata Jatmiko.

Selain didukung kenaikan harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp14.223 per kilogram, atau naik 10,4 persen dibandingkan 2024, PalmCo juga berhasil memaksimalkan momentum tersebut melalui peningkatan volume penjualan dan pengendalian biaya operasional.

“Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sekitar 10 persen mampu menghasilkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.

Sejak berdiri tiga tahun lalu, PalmCo terus mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,53 triliun pada 2023, meningkat menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, dan melonjak menjadi Rp7,08 triliun pada 2025. Manajemen menyebut capaian tersebut sebagai tingkat profitabilitas tertinggi selama masa transformasi perusahaan.

Baca Juga:PTPN III Distribusikan 168 Ton Migor Curah Murah di Riau

Kinerja keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif. EBITDA meningkat menjadi Rp13,27 triliun, naik 46 persen dibandingkan Rp9,09 triliun pada 2024. Sementara itu, tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) mencapai 9,2 persen.

Dari sisi operasional, PalmCo memproduksi 2,70 juta ton CPO sepanjang 2025, meningkat 7,87 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang mencapai 2,49 juta ton.

Meski mencatat kinerja terbaik, Jatmiko menegaskan bahwa hasil tersebut bukanlah akhir dari proses transformasi perusahaan. PalmCo akan terus memperkuat efisiensi, manajemen risiko, dan optimalisasi operasional guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan penuh para pemegang saham serta kerja keras seluruh insan perseroan. Capaian ini merupakan milestone, tetapi bukan garis akhir. Masih banyak ruang untuk terus mengoptimalkan kinerja operasional dan finansial agar memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, PalmCo juga memastikan peningkatan kinerja perusahaan berjalan seiring dengan kesejahteraan petani mitra.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sepanjang 2025 PalmCo menjadi perusahaan paling aktif secara nasional dalam pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan pendampingan seluas 6.672 hektare.

Selain itu, petani plasma binaan PalmCo mampu mencatat produktivitas rata-rata 20,18 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, melampaui rata-rata nasional dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani.

Ke depan, PalmCo akan melanjutkan pengembangan hilirisasi industri sawit, termasuk mengoptimalkan produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Semoga PalmCo dapat menjalankan seluruh amanat pemerintah dengan baik serta berkontribusi maksimal dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional,” tutup Jatmiko. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza