hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Mentan Amran Kawal Harga Sawit, Petani Mulai Nikmati Kenaikan TBS

PeluangNews, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sekitar 90 persen perusahaan kelapa sawit telah menyesuaikan harga pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani setelah pemerintah memperketat pengawasan tata niaga komoditas tersebut.

“Harga TBS kelapa sawit sudah naik. Sebelumnya sekitar 80–85 persen perusahaan telah menaikkan harga, dan saat ini diperkirakan sudah mencapai 90 persen. Sementara perusahaan yang belum melakukan penyesuaian masih terus kami telusuri bersama Satgas,” ujar Amran dalam keteranga persnya, di Jakarta, Kamis (18/6/2026)

Menurut Amran, langkah pemerintah untuk melindungi jutaan petani sawit mulai menunjukkan hasil. Pengawasan yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri berdampak pada pemulihan harga TBS di berbagai daerah, sehingga kembali bergerak mendekati harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Upaya tersebut diawali dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, kemudian dilanjutkan dengan sedikitnya tiga kali pertemuan intensif bersama pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit.

Langkah tersebut diambil menyusul merosotnya harga TBS beberapa waktu lalu yang dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Amran mengatakan sebagian besar perusahaan kini telah menyesuaikan harga pembelian TBS. Berdasarkan laporan harian Kementerian Pertanian, jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga juga terus berkurang.

“Sebelumnya ada sekitar 270 perusahaan yang belum menyesuaikan harga. Sekarang tinggal sekitar 130 perusahaan. Yang belum menaikkan harga tetap kami periksa. Kami juga terus memantau agar harga yang sudah naik tidak kembali turun. Pengawasan dilakukan di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya fokus mendorong kenaikan harga, tetapi juga memastikan tren tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan sehingga petani tidak kembali mengalami tekanan harga yang tidak wajar.

Menurut Amran, keberpihakan kepada petani merupakan arahan langsung Presiden. Karena itu, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan terus mengawal tata niaga sawit agar berlangsung lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga:Dampak Negatif Akan Larangan Ekspor CPO Dan Minyak Goreng

Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan penghidupan pada sektor ini. Pemerintah menilai petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat ketika harga CPO dunia meningkat.

Sebelumnya, pemerintah memberikan ultimatum kepada ratusan perusahaan sawit yang belum menyesuaikan harga TBS. Bersama Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga membeli TBS di bawah harga yang semestinya.

Hasil pengawasan mulai terlihat di berbagai sentra produksi sawit nasional. Sejumlah daerah melaporkan harga TBS telah meningkat, bahkan mendekati maupun sesuai dengan harga acuan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani setelah sebelumnya menghadapi tekanan harga yang cukup tajam.

Amran menegaskan pemerintah akan terus berperan sebagai penyeimbang antara kepentingan petani dan pelaku usaha.

“Kita ingin membangun ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang paling penting, petani tidak boleh dirugikan. Karena itu, pengawasan akan terus dilakukan hingga harga benar-benar stabil dan manfaatnya dirasakan seluruh petani sawit Indonesia,” ujar Amran.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menaikkan harga TBS serta pengawasan yang terus diperketat, pemerintah optimistis pemulihan harga tandan buah segar akan semakin merata di seluruh sentra sawit nasional dan memperkuat kesejahteraan petani sebagai fondasi utama industri sawit Indonesia. (RO/Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza