
PeluangNews, Jakarta-Kabupaten Klungkung membidik transformasi besar bagi Nusa Penida. Tak hanya ingin mempertahankan pesonanya sebagai destinasi wisata populer, pemerintah kabupaten (Pemkab) Klungkung kini menyiapkan kepulauan tersebut menjadi kawasan Green Island yang mengusung pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, konsep tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Klungkung untuk meningkatkan nilai ekonomi pariwisata sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, pengembangan Nusa Penida tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Pemkab Klungkung juga harus menyiapkan infrastruktur, fasilitas, sumber daya manusia, hingga pengelolaan lingkungan yang memadai.
“Kami ingin membangun pariwisata, khususnya di Pulau Nusa Penida dan kepulauan di sekitarnya, sebagai pariwisata yang green. Ini sudah berproses,” kata I Made Satria saat ditemui PeluangNews dalam acara Apkasi Otonomi Expo 2026 di ICE BSD, yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2026.
Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan selama ini dikenal sebagai salah satu magnet wisata Bali. Namun, pemerintah daerah ingin membawa pengembangan kawasan tersebut ke arah yang lebih berkelanjutan melalui konsep Green Island yang mencakup penggunaan energi bersih, elektrifikasi kendaraan, peningkatan kualitas SDM, hingga pengelolaan sampah.
I Made Satria mengatakan program pengembangan energi hijau di Nusa Penida telah berjalan sejak 2024 dan terus dilanjutkan hingga saat ini melalui kerja sama dengan Indonesia Power, anak perusahaan PLN.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program green mobility melalui elektrifikasi kendaraan. Program tersebut ditargetkan dapat berkembang secara bertahap hingga 2030 dengan dukungan kerja sama bersama investor.
“Mulai dari green energy, kemudian green mobility atau elektrifikasi kendaraan, sampai penataan pengelolaan sampah dan limbah. Semua itu sangat menentukan kualitas pariwisata dan keberlanjutan industri pariwisata itu sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsep Green Island tidak hanya akan diterapkan pada sektor energi dan transportasi. Hotel, homestay, pelaku usaha, hingga masyarakat juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata hijau.
Untuk membangun kesadaran masyarakat, pemerintah daerah akan memperkuat kerja sama dengan desa adat. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya pembangunan berkelanjutan bagi masa depan Nusa Penida dan Kabupaten Klungkung secara keseluruhan.
Selain keberlanjutan, pemerintah daerah juga tengah membenahi persoalan aksesibilitas. Pada 2026, Pemkab Klungkung melakukan penataan terhadap jalan-jalan yang rusak dan sempit di kawasan Nusa Penida.
“Kami mulai dari bagaimana menata akses. Tahun 2026 ini, jalan-jalan yang rusak dan sempit kami tata dan perbaiki. Harapannya, pada akhir 2026 akses pariwisata di Nusa Penida sudah semakin mendukung,” ungkapnya.
Menurut I Made Satria, terdapat empat faktor utama yang harus diperhatikan untuk membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, yakni daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan.
Keempat faktor tersebut, menurut dia, harus berjalan beriringan. Daya tarik alam yang kuat tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dukungan akses jalan, fasilitas wisata, serta pelayanan yang baik.
“Selain alam yang kita miliki, sumber daya manusia juga sangat penting. SDM pariwisata harus memenuhi standar karena itu akan berpengaruh terhadap kualitas dan keberlanjutan pariwisata,” paparnya.
Bidik Wisatawan Menginap Lebih Lama
Tantangan lain yang kini menjadi perhatian Pemkab Klungkung adalah pola kunjungan wisatawan ke Nusa Penida yang masih didominasi perjalanan singkat atau one day trip.
Banyak wisatawan datang pada pagi hari dan kembali ke Bali daratan pada sore hari. Kondisi tersebut membuat dampak ekonomi pariwisata belum sepenuhnya dirasakan secara luas oleh masyarakat lokal.
Padahal, kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut cukup tinggi. Rata-rata kunjungan wisatawan asing disebut mencapai sekitar 3.000 orang per hari, sementara wisatawan domestik berada pada kisaran 7.000 hingga 10.000 orang per hari.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta hingga 2 juta orang setiap tahun.
“Kami ingin bagaimana wisatawan yang datang ke Nusa Penida bisa tinggal lebih lama. Selama ini sebagian besar masih one day trip. Mereka datang pagi dan sore hari kembali,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut dia, ingin mendorong wisatawan untuk tinggal minimal satu hingga dua hari, bahkan hingga satu minggu. Dengan durasi tinggal yang lebih lama, perputaran ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Ketika wisatawan tinggal lebih lama, dampak ekonominya bisa dinikmati oleh lebih banyak masyarakat, bukan hanya pelaku usaha pariwisata tertentu,” ujarnya.
Selain pariwisata, Pemkab Klungkung juga membawa sejumlah produk UMKM unggulan untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas melalui Apkasi Otonomi Expo 2026.
Di Nusa Penida, produk unggulan antara lain kain tenun cepuk dan kain rangrang. Kedua produk tersebut dibuat secara tradisional dan menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.
“Kami sudah memperkenalkan produk-produk ini hingga tingkat nasional, tetapi kami masih membutuhkan pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan. Karena itu, kami berharap ada dukungan untuk membuka akses pemasaran,” kata I Made Satria.
Potensi lain yang terus dikembangkan adalah rumput laut yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari makanan olahan hingga produk kesehatan dan kosmetik.
Sementara itu, dari Klungkung daratan terdapat berbagai produk unggulan seperti kain endek, songket, garam Kusamba, serta produk seni berupa tumbler dengan lukisan Wayang Kamasan.
I Made Satria pun mengajak investor untuk melihat peluang investasi di Kabupaten Klungkung, terutama di kawasan Kepulauan Nusa Penida.
Menurut dia, daerah tersebut memiliki potensi besar di sektor pariwisata, mulai dari pembangunan akomodasi, fasilitas wisata, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.
“Kabupaten Klungkung memiliki iklim investasi yang kondusif dan potensinya sangat besar. Kami mengajak para investor untuk datang dan berinvestasi, khususnya di Kepulauan Nusa Penida,” imbuhnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat memperkuat dukungan pembangunan, mengingat keterbatasan fiskal yang dimiliki daerah.
Dukungan dari kementerian dan lembaga terkait dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, aksesibilitas, perdagangan, koperasi, serta pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.
“Kami berharap ada kolaborasi yang lebih kuat. Baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, maupun daerah-daerah lainnya, sehingga kita bisa saling melengkapi dan berkembang bersama,” pungkasnya.








