
PeluangNews, Jakarta – Pemerintah berkomitmen memperkuat dukungan terhadap pesantren dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat menyampaikan ucapan Presiden Prabowo Subianto. Hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama pada Maret 2026 dinilai sebagai langkah konkret.
“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Prasetyo.
Dia mengatakan pemerintah berharap pesantren dapat menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Penguatan mencakup kualitas pendidikan, pembinaan santri, serta tata kelola kelembagaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi pembentukan Ditjen Pesantren.
“Dengan demikian pondok pesantren akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” ujarnya.
Kemenag juga telah menyiapkan peta jalan pengembangan pesantren, penguatan kemandirian ekonomi, dan inovasi.
Presiden Prabowo dalam pesan videonya menyampaikan selamat Hari Santri 1447 Hijriah kepada seluruh kiai, nyai, dan santri.
“Saya telah merestui usulan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menunjukkan prioritas strategis pemerintah,” kata Prabowo.
Kemenag juga membentuk Satgas Safe Santri dan meluncurkan 5 program prioritas bertepatan dengan Hari Santri 2026. []







