
PeluangNews, Jakarta – Gelombang aksi evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang digelar mahasiswa di berbagai kota pada Selasa (20/10/2026) menyisakan dua penilaian berbeda hari ini.
Di Jakarta, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) dari UI, UGM, ITB, Undip, Unair, Unpad dan empat kampus lainnya menggelar aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani dengan lima tuntutan utama mulai dari penetapan karhutla sebagai bencana nasional, pembenahan tata kelola ekonomi, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, pemberantasan KKN, hingga penurunan biaya pendidikan dan layanan publik.
Aksi tersebut berakhir tertib pada pukul 18.00 WIB kemarin setelah sempat menutup jalan dan menyebabkan kemacetan di kawasan Menteng-Monas. Polda Metro Jaya mengerahkan 9.505 personel gabungan untuk pengamanan.
Di sisi lain, pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian dua tahun pemerintahan melalui video resmi Sekretariat Presiden tadi malam.
Pemerintah mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 62 juta penerima manfaat, membangun 265 Sekolah Rakyat dan merenovasi 30 ribu sekolah, serta realisasi investasi Rp3.923 triliun dengan penyerapan 5,48 juta tenaga kerja.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menyatakan menghormati aksi mahasiswa sebagai bagian dari negara demokrasi dan siap mendengarkan aspirasi.
Hasil survei yang dirilis BEM UI sebelum aksi menyebut 78,8% dari 560 responden menilai pemerintahan telah gagal, dengan sorotan tertinggi pada isu deforestasi dan karhutla 83,5%, harga kebutuhan pokok 71,1%, dan korupsi 70,6%.
Hingga pagi ini situasi Jakarta kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa. []








