hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Hukum  

Prabowo Selalu Ingatkan Pejabat Negara untuk Berbenah sebelum ‘Dibersihkan’

prasetyo Hadi
Mensesneg Prasetyo Hadi | Foto: Dok. Ist

PeluangNews, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo selalu mengingatkan agar pejabat negara untuk berbenah sebelum ‘dibersihkan’.

“Sejak awal, Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pemberantasan korupsi. Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,” kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Mensesneg mengatakan hal itu terkait kasus digaan korupsi batu bara yang diduga menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Prabowo, lanjut Prasetyo, selalu menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini. Hanya saja apapun tantangan yang dihadapi, pemerintah tidak boleh menyerah dan patah semangat.

“Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih,” katanya.

Prasetyo mengingatkan yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa.

“Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.

Sebagai catatan, penggeledahan di 12 titik oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri pada Rabu (8/7/2026) memunculkan perhatian publik.

Selain karena penyidik menyita uang dalam jumlah besar dan menemukan brankas tersembunyi, perhatian juga tertuju pada penjagaan aparat TNI bersenjata di rumah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada hari yang sama.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon mengungkapkan, penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan berdasarkan dua laporan polisi.

“Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi tentang dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap,” ucap Victor di Cipete.

Penyidikan berkaitan dengan penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya periode 2020-2025.

Penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana dalam proses penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara.

Dalam rangkaian penyidikan itu, polisi menggeledah 12 lokasi. Rumah dinas Jampidsus Febrie Adriansyah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga menjadi sorotan.

Sedikitnya sekitar 20 personel TNI terlihat berjaga di depan rumah dinas tersebut. Sejumlah kendaraan dinas TNI juga terparkir di sekitar lokasi.

Penjagaan itu berdampak pada arus lalu lintas karena portal menuju Jalan Radio V sempat ditutup pada malam hari sehingga kendaraan harus mencari jalur alternatif.

Sementara itu, Mabes TNI menjelaskan, penjagaan oleh tentara di kediaman Febrie Adriansyah merupakan permintaan dari Kejagung.

“Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan,” kata Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas, saat dihubungi, Kamis (9/7/2026).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna menambahkan, penggeledahan merupakan tindakan hukum yang dilakukan penyidik Polri dalam penanganan perkara dan menjadi kewenangan kepolisian.

Dia mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau membangun opini yang mengaitkan seseorang maupun suatu institusi dengan dugaan tindak pidana hanya berdasarkan informasi yang beredar di media massa maupun media sosial. []

pasang iklan di sini
octa vaganza