hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Pemerintah Klaim Fondasi Solid di Tengah Tekanan Global

Haryo Limanseto
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto | Foto: Kemenko Perekonomian

PeluangNews, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% pada semester I-2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangan tertulis Kamis (22/10/2026) mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang tetap terjaga.

“Di tengah tekanan global yang tidak ringan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan konsisten di atas 5%. Ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik kita solid dan kebijakan yang ditempuh pemerintah berjalan efektif,” ujar Haryo.

Berdasarkan data kementerian, pertumbuhan secara tahunan mencapai 5,61% pada kuartal I-2026, kemudian tercatat 5,29% pada kuartal II-2026.

Angka tersebut masih di atas rata-rata pertumbuhan global. Data kementerian juga mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% sepanjang tahun 2025.

Menurut publikasi World Economic Outlook Oktober 2026, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global hanya tumbuh 3,1% pada 2026, lebih rendah dibandingkan 3,3% pada 2025. IMF juga memproyeksikan inflasi global sebesar 4,7%.

Dari sisi kesejahteraan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 22,93 juta orang, berkurang 430 ribu orang dibandingkan September 2025. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07%.

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang. Penyerapan tenaga kerja bertambah 522 ribu orang sepanjang Februari-Mei 2026, sedangkan jumlah pengangguran berkurang 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang.

Realisasi investasi yang mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut. Pemerintah optimistis tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun.[]

pasang iklan di sini
lpdb.go.id