
PeluangNews, Bandung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Wilayah Sungai Citarum untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Operasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan volume tampungan air di tiga waduk kaskade Citarum.
OMC dilaksanakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PU bersama TNI Angkatan Udara (AU), Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kegiatan berlangsung pada 18–22 September 2026 dengan basis operasi dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Tiga waduk yang menjadi sasaran utama adalah Waduk Saguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur. Penambahan volume tampungan ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pasokan air ke lahan pertanian.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga, terutama ketika musim kemarau mulai berdampak terhadap sumber air masyarakat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.
OMC kali ini merupakan tahap kedua setelah operasi serupa dilaksanakan pada awal Agustus 2026. Pada tahap kedua, pemerintah berupaya memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tangkapan air Citarum.
Rekayasa cuaca tersebut diarahkan agar hujan dapat terjadi di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan air, terutama daerah tangkapan yang berkontribusi terhadap pengisian waduk.
Dampak positif mulai terlihat pada pelaksanaan tahap kedua. Hujan yang mengguyur kawasan Cirata dan sekitarnya pada 18 September 2026 memberikan tambahan air bagi Bendungan Cirata dan Jatiluhur.
Tambahan pasokan dari hujan di daerah tangkapan tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan volume tampungan waduk. Kondisi tersebut sekaligus mendukung keberlanjutan layanan air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian.
Sektor pertanian menjadi salah satu penerima manfaat penting dari terjaganya volume air waduk. Ketersediaan air memungkinkan distribusi air irigasi tetap dilakukan sesuai kebutuhan, sehingga kegiatan budidaya tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
DAS Citarum memiliki jaringan irigasi yang mengairi sekitar 522.861 hektare lahan sawah. Sementara Waduk Jatiluhur memiliki kapasitas layanan irigasi sekitar 240 ribu hektare.
Karena itu, menjaga ketersediaan air pada sistem waduk Citarum menjadi bagian penting dalam mempertahankan pasokan irigasi selama periode kemarau.
Melalui OMC, Kementerian PU berupaya memanfaatkan setiap peluang terbentuknya awan hujan untuk menambah pasokan air di daerah tangkapan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan air sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas pertanian tetap memperoleh pasokan selama kemarau panjang.








