
PeluangNews, Jakarta-Wajah baru kawasan Mendale di tepian Danau Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, mulai dipersiapkan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menata kawasan Mendale tidak hanya untuk memperbaiki lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan ramah bagi masyarakat serta wisatawan.
Penataan kawasan seluas 0,410 hektare itu menjadi bagian dari Penanganan Kawasan Pascabencana Aceh yang dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur memiliki manfaat yang lebih luas, termasuk mendukung pengembangan destinasi wisata daerah.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata,” kata Dody, dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Penataan Kawasan Mendale mencakup area sepanjang sekitar 420 meter, termasuk akses jalan masuk. Sejumlah fasilitas baru disiapkan untuk mendukung aktivitas warga dan wisatawan, antara lain 24 unit kios baru dan renovasi tujuh kios yang telah ada.
Selain itu, kawasan tersebut akan dilengkapi satu bangunan pengelola, dua toilet difabel, empat toilet umum, serta taman bermain anak.
Fasilitas tersebut dirancang agar kawasan Mendale tidak sekadar menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Aspek aksesibilitas juga menjadi bagian dari penataan. Jalur pedestrian kecil memiliki lebar sekitar 1 meter, sedangkan jalur pedestrian utama memiliki lebar sekitar 2,4 meter dan dilengkapi jalur bagi penyandang tunanetra.
Untuk memperkuat unsur hijau, sebanyak 12 planter box dengan lebar 1 meter akan ditempatkan di sekitar pohon eksisting. Penataan lanskap ini sekaligus diarahkan untuk mempercantik kawasan publik di tepian Danau Lut Tawar.
Kenyamanan pengunjung juga didukung dengan penyediaan area parkir berkapasitas sekitar 42 kendaraan bermotor. Sementara keberadaan taman bermain anak diharapkan memberikan ruang rekreasi bagi keluarga yang berkunjung.
Secara keseluruhan, pekerjaan meliputi perbaikan akses jalan, area parkir, pedestrian, ruang terbuka hijau, drainase, penerangan, lanskap, pintu masuk, pembangunan kios baru, penataan kios eksisting, hingga pembangunan toilet.
Penataan tersebut merupakan bagian dari proyek Penanganan Kawasan Pascabencana Aceh yang mencakup 27 titik lokasi di lima kabupaten di Aceh. PT Nindya Karya (Persero) ditunjuk sebagai penyedia jasa pekerjaan.
Hingga perkembangan terakhir, progres penataan Kawasan Mendale telah mencapai 55,74 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rencana sebesar 55,33 persen. Dengan deviasi positif 0,41 persen, pekerjaan masih memiliki waktu pelaksanaan 104 hari kalender.
Melalui penataan ini, Kawasan Mendale diharapkan menjadi ruang wisata dan rekreasi yang lebih representatif sekaligus memberikan ruang publik yang tertata bagi masyarakat. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, kawasan tepian Danau Lut Tawar tersebut diharapkan dapat mendukung kenyamanan warga dan wisatawan yang berkunjung ke Aceh Tengah.








