hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Produk Pilihan Busan Kini Masuk Tokopedia dan TikTok Shop

Foto dok. Kemendag – Peluangnews

PeluangNews, Surakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperluas akses pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kanal perdagangan digital. Produk UMKM yang masuk dalam program “Pilihan Busan” kini dipasarkan melalui etalase khusus di Tokopedia dan TikTok Shop.

Kolaborasi tersebut diluncurkan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026), dalam rangkaian acara “Waktunya Start, Jualan Nyaman, Special Collaboration Perayaan Kolaborasi Beli Lokal” yang diinisiasi Tokopedia dan TikTok Shop.

Menurut Budi, pemanfaatan platform lokapasar dan social-commerce membuka peluang bagi produk UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Strategi tersebut juga memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan konten digital dan metode penjualan melalui live shopping.

“Kami fasilitasi UMKM untuk memperluas pasar melalui etalase di Tokopedia dan TikTok Shop. Dengan dukungan ekosistem lokapasar dan social-commerce, produk-produk UMKM akan makin mudah dicari. Kami harap, cara ini dapat membuat produk-produk lokal dapat menguasai pasar dalam negeri,” ujar Budi.

Program “Pilihan Busan” merupakan inisiatif promosi yang digagas Budi dengan melakukan kurasi produk UMKM secara berkala. Produk terpilih dipajang di ruang tamu Menteri Perdagangan dan diperkenalkan kepada tamu yang berkunjung, termasuk tamu dari luar negeri.

Produk dalam program tersebut diperbarui setiap dua hingga tiga bulan. Sebelum masuk ke platform perdagangan digital, produk “Pilihan Busan” telah diperkenalkan melalui sejumlah kanal, antara lain stan Pilihan Busan pada Trade Expo Indonesia 2025 dan jaringan ritel Indomaret.

“Pilihan Busan menampilkan produk-produk terkurasi yang diperbarui setiap 2-3 bulan. Kami pamerkan produk-produk UMKM unggulan kepada tamu-tamu, termasuk tamu luar negeri, sehingga makin banyak orang tahu tentang produk UMKM Indonesia. Hari ini, kami perluas akses pasar produk-produk Pilihan Busan melalui kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop,” kata Budi.

Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform lokapasar pertama yang menyediakan etalase khusus produk “Pilihan Busan”. Produk-produk UMKM terpilih kini dapat ditemukan melalui laman dan kolom Beli Lokal pada kedua platform tersebut.

Selain ruang pemasaran, produk terpilih memperoleh fasilitas exposure di laman utama, dukungan promosi strategis, serta penawaran diskon khusus. Fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan visibilitas produk sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan.

Langkah tersebut sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 mengenai pengutamaan produk dalam negeri pada platform lokapasar.

Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan Kemendag yang menjadikan Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama untuk menampilkan produk “Pilihan Busan”.

“Melalui kolaborasi Beli Lokal dan Pilihan Busan, kami memberikan akses dan visibilitas yang lebih luas kepada penjual lokal terkurasi. Makin banyak konsumen dapat menemukan produk berkualitas dari penjual tepercaya di berbagai kategori,” ujar Stephanie.

Tokopedia dan TikTok Shop juga berkomitmen mengembangkan ekosistem discovery commerce yang aman, tepercaya, dan inklusif. Ekosistem tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat tata kelola perdagangan digital sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen dan daya saing produk lokal.

Program Beli Lokal sendiri telah dimulai sejak Desember 2023. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, dan mempercepat transformasi digital UMKM Indonesia melalui kampanye, dukungan platform, serta berbagai insentif.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengapresiasi kolaborasi tersebut dan pemilihan Surakarta sebagai lokasi peluncuran program “Pilihan Busan” di platform niaga elektronik.

Namun, perluasan pasar menurutnya perlu dibarengi peningkatan kapasitas dan kualitas produk UMKM. Pelaku usaha juga didorong meningkatkan nilai tambah agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Mulai beranilah meningkatkan nilai jual. Dengan meningkatkan kualitas, produk kita dapat menyasar pasar yang lebih luas,” kata Respati.

Dukungan Kemendag juga dirasakan pelaku usaha yang produknya masuk dalam program tersebut. Co-Founder sekaligus Marketing Kwacis Seeds Cookies, Radhika Soekamto atau Dhika, mengatakan usahanya telah mengikuti sejumlah program Kemendag, termasuk Pangan Nusa Expo 2025, kurasi produk “Pilihan Busan”, serta fasilitasi masuk ke jaringan ritel Indomaret dan AEON.

“Kami harap, ada lebih banyak pelatihan dan berbagai fasilitasi sertifikasi. Untuk produk makanan sehat, kami butuh sertifikasi untuk ekspor dan kami harap Kemendag dapat memfasilitasinya,” ujar Dhika.

Sementara itu, Amalia Putri Chamila, mahasiswi UNS sekaligus pemilik usaha pernak-pernik K-Pop, turut memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengembangkan usahanya.

Amalia mengikuti konsultasi di stan Klinik Desain guna mendapatkan pengetahuan mengenai pemasaran dan kemasan produk.

“Harapannya, saya dapat menambah pembelajaran untuk terus mengembangkan produk,” ujar Mila.

Masuknya produk “Pilihan Busan” ke Tokopedia dan TikTok Shop menjadi tambahan kanal pemasaran bagi UMKM hasil kurasi Kemendag. Langkah tersebut sekaligus mempertemukan produk lokal dengan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke kanal perdagangan digital.

pasang iklan di sini
lpdb.go.id