
PeluangNews, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku akan memeriksa 130 perusahaan yang belum menaikkan harga tandan buah segar (TBS) sawit.
Jumlah tersebut, kata Amran, lebih sedikit dari data pekan lalu dengan 274 perusahaan yang menyerap TBS sawit dengan harga di bawah harga semula.
Dia menjelaskan bahwa harga TBS sawit berbeda-beda setiap daerah dengan kisaran Rp3.000 – Rp4.100 per kilogram (kg).
“Jadi tinggal 130 yang belum menaikkan. Nah, ini tetap diperiksa. Yang lainnya sudah naik, tapi kita monitor, bukan saja naik baru turun kembali, enggak, kita monitor seluruh Indonesia,” katanya, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Sebelum ini, muncul keluhan petani sawit soal harga TBS yang anjlok. Namun, Amran mengklaim saat ini harganya sudah kembali naik. Meskipun masih ada beberapa perusahaan pengolah sawit belum menyesuaikan harga.
Amran juga mengaku mengantongi data ada sekitar 1.900 perusahaan yang menyerap TBS sawit dari petani. Beberapa pekan lalu, katanya, ditemukan ada sekitar 274 perusahaan yang menyerap dengan harga rendah. Saat ini, sebagian perusahaan sudah menerima dengan harga semula.
“Harga TBS sudah naik, Pak Wamen ya. Sudah 80, 85, mungkin 90% sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” ucap Mentan Amran.
Sebagai informasi tambahan, langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mengawal pemulihan harga TBS kelapa sawit mendapat sambutan positif dari petani di berbagai daerah.
Dalam Rapat Koordinasi Pengembangan dan Upaya Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026), para petani menyampaikan bahwa harga TBS mulai menunjukkan perbaikan.
Namun begitu, mereka berharap pemerintah terus mengawal proses pemulihan agar terjadi secara merata di seluruh sentra sawit nasional.
Petani sawit dari sejumlah daerah seperti Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung hingga Banten menyampaikan kondisi terkini di lapangan sekaligus harapan mereka terhadap stabilitas harga sawit.
Ardiansyah Saragih, petani sawit asal Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, misalnya, mengatakan perhatian pemerintah terhadap harga sawit memberikan optimisme baru bagi petani.
“Harga sawit memang sempat turun sangat dalam, tetapi sekarang mulai naik kembali. Kami berharap hasil rapat ini membuat harga kembali ke posisi semula bahkan lebih baik lagi. Pak Menteri sangat pro terhadap masyarakat petani kecil dan kami yakin harga sawit bisa kembali meningkat,” ujar Ardiansyah.
Menurut dia, paparan Menteri Pertanian mengenai kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia, penguatan dolar AS, dan meningkatnya permintaan ekspor menjadi sinyal positif bagi prospek harga sawit ke depan.
“Terima kasih Bapak Menteri Pertanian yang sudah membela kami masyarakat petani kecil. Semoga apa yang kita harapkan dan Pak Menteri harapkan bisa tercapai kemakmuran petani sawit Indonesia,” ucap Ardiansyah.[]








