
PeluangNews, Jakarta – Festival Cikajang 2026 menjadi ajang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sebanyak 82 UMKM ambil bagian dalam festival yang digelar di sepanjang Jalan Cikajang, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (2/8).
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, Festival Cikajang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan UMKM serta wadah untuk menampilkan kreativitas warga.
“Jadi, ini bukan hanya sekadar sebuah ajang hiburan atau perayaan rutin semata. Festival ini wadah bagi semua warga untuk menyalurkan kemampuannya di segala bidang yang tersedia,” ujar Syafrin.
Ia mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas sekaligus terus meningkatkan daya saing melalui inovasi dan kualitas produk.
“Terus lakukan inovasi dan buat kreasi-kreasi baru terhadap produknya, serta pastikan kualitasnya semakin baik sehingga pasar akan terbuka lebar, tidak hanya di kawasan Festival Cikajang ini, namun pada kesempatan lainnya juga,” ucapnya.
Menurut Syafrin, Festival Cikajang merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat yang memadukan pelestarian budaya, pengembangan UMKM, dan kreativitas warga dalam satu kegiatan.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, ia juga mengingatkan seluruh peserta dan pengunjung untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan selama festival berlangsung.
Syafrin turut mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sesuai jenisnya sebagai bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Sesuai dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat ini kita sedang menggalakkan pemilahan sampah dari sumbernya. Hal itu berarti kita sebagai warga yang baik wajib melakukan pemilahan sampah di mana pun kita berada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Cikajang 2026 Hasan Abdul Ghani menjelaskan, panitia menyediakan 82 tenda atau stan yang diisi pelaku UMKM lokal maupun binaan pemerintah, TP PKK, dan karang taruna.
Produk yang dipasarkan meliputi kuliner, kriya, fesyen, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
“Kegiatannya berlangsung selama dua hari. Alhamdulillah kemarin hari pertama berjalan dengan baik, dan kami harap untuk hari ini juga akan berjalan dengan baik juga. Terima kasih semua pihak yang sudah mensukseskan acara kami,” tandas Ghani.








