hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Atdag RI Riyadh Fasilitasi Business Matching, Potensi Transaksi Produk Terus Bertambah

Foto dok. Kemendag – Peluangnews

PeluangNews, Jakarta – Kementerian Perdagangan terus memperkuat penetrasi produk Indonesia di pasar Arab Saudi melalui rangkaian promosi dagang yang berlangsung sepanjang 1–19 Juli 2026. Melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di Riyadh, Kemendag memfasilitasi tiga penjajakan kerja sama bisnis (business matching), tiga presentasi bisnis (pitching), satu misi pembelian (buying mission), serta sejumlah pertemuan bisnis sebagai upaya memperluas akses pasar dan mendorong peningkatan ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan Timur Tengah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan Arab Saudi merupakan salah satu pasar prioritas bagi produk nonmigas Indonesia. Karena itu, Kemendag terus memperkuat strategi promosi dagang yang tidak hanya mengenalkan produk Indonesia, tetapi juga mempertemukan eksportir dengan calon pembeli yang memiliki potensi transaksi.

“Upaya peningkatan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan promosi produk, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan buyer yang tepat, memahami kebutuhan pasar, serta mengawal proses bisnis hingga tercipta kerja sama yang berkelanjutan. Kemendag terus mengintensifkan business matching, pitching, buying mission, dan berbagai kegiatan promosi sebagai upaya memperluas akses pasar produk Indonesia di Arab Saudi,” ujar Puntodewi.

Senada dengan itu, Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menjelaskan seluruh rangkaian promosi yang dilaksanakan selama Juli 2026 merupakan bagian dari strategi Kemendag untuk memperluas jangkauan ekspor Indonesia di kawasan Timur Tengah melalui pendekatan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan pasar.

“Kami terus menghubungkan eksportir Indonesia dengan calon buyer di Arab Saudi melalui business matching, pitching, buying mission, maupun kegiatan lainnya. Penetrasi pasar dilakukan melalui pendekatan terarah dan berbasis kebutuhan pasar, serta terus dikawal hingga menghasilkan transaksi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha nasional,” ujar Zulvri.

Dalam kegiatan pitching, Atdag RI Riyadh mempertemukan tiga perusahaan Indonesia dengan calon mitra usaha di Arab Saudi, yakni PT Fin Komodo Technologi yang menawarkan kendaraan segala medan (Utility All-Terrain Vehicle/UTV), PT Trisula Textile Industry dengan produk garmen, serta PT Chitos yang memasarkan produk furnitur. Ketiga perusahaan tersebut tengah menjajaki peluang untuk memperluas pasar dan memperoleh pembeli potensial di Arab Saudi.

Sementara itu, melalui kegiatan business matching, Atdag RI Riyadh berhasil mempertemukan PT Aroma Kopikrim Indonesia (ARKOF) dengan perusahaan Atayib Alghectan Factory for Packing dari Arab Saudi. Pertemuan tersebut menghasilkan potensi transaksi senilai USD67.791 untuk produk kopi Indonesia.

Fasilitasi business matching juga dilakukan antara PT Wahana Prima Sejati dengan Mahawar Allmdad Alhidhai untuk produk minyak nabati, serta PT Anugrah Laut Indonesia dengan Youssif Abu Dawood for Fish Trading untuk produk makanan laut.

Selain itu, Atdag RI Riyadh memfasilitasi pelaksanaan buying mission antara PT Anugrah Laut Indonesia dengan mitra dagang Alakhtabut Abir Almuhiat yang menghasilkan potensi transaksi produk ikan raja (king fish) senilai USD9.400.

Upaya promosi tersebut turut diperkuat melalui sejumlah pertemuan bisnis dengan pelaku usaha Arab Saudi untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas bagi produk Indonesia. Di antaranya pertemuan dengan KM International terkait penjajakan kerja sama dengan produsen teh Indonesia, serta pertemuan dengan Lulu Hypermart guna memperluas promosi produk Indonesia di jaringan ritel modern tersebut.

Dukungan Atdag RI Riyadh mendapat apresiasi dari pelaku usaha Arab Saudi. Pemilik Mahawar Alimdad Alhiddhai, Fahad Alrumayan, mengaku terbantu dengan fasilitasi yang diberikan dalam menjalin kemitraan dengan eksportir Indonesia.

Menurut Fahad, Atdag RI di Riyadh secara aktif membantu importir Arab Saudi menemukan eksportir Indonesia yang memiliki rekam jejak yang baik dan kredibel.

“Kami juga memperoleh informasi mengenai perkembangan produk Indonesia yang sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi serta dukungan penerjemah bahasa Arab apabila diperlukan dalam pertemuan business matching. Kami juga rutin memantau publikasi Atdag RI di Riyadh melalui media sosial untuk mengetahui potensi produk-produk baru dari Indonesia,” ujar Fahad.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, total perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi pada periode Januari–Mei 2026 mencapai USD2,20 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD843 juta, sedangkan impor dari Arab Saudi mencapai USD1,35 miliar.

Sementara itu, sepanjang 2025 total perdagangan kedua negara mencapai USD6,53 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD2,88 miliar dan impor sebesar USD3,65 miliar.

Produk utama ekspor Indonesia ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan produk kayu. Adapun komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi antara lain garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, serta buah-buahan.

Melalui intensifikasi promosi dagang dan fasilitasi kemitraan bisnis, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak produk Indonesia yang mampu menembus pasar Arab Saudi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar Timur Tengah.

pasang iklan di sini
octa vaganza