hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

BRIN Percepat Pertanian Presisi, Gandeng Sembilan Mitra Industri

Foto: Humas BRIN
Foto: Humas BRIN

PeluangNews, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat transformasi menuju pertanian presisi dengan memperkuat kolaborasi riset, hilirisasi teknologi, dan standardisasi instrumen. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan sembilan mitra industri untuk mempercepat pemanfaatan inovasi hasil riset sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja dan Sarasehan Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan (PRTMP) bertema Optimalisasi Peran Manufaktur Peralatan dan Standardisasi Instrumen Menuju Pertanian Presisi yang digelar di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong.

Pertanian presisi merupakan pendekatan modern yang memanfaatkan berbagai teknologi seperti sensor, Internet of Things (IoT), kecerdasan artifisial (AI), robotika, sistem otomasi, hingga instrumen pengukuran terstandar. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi sektor pertanian.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar mengatakan, paradigma riset kini harus bergeser dari sekadar menghasilkan inovasi menjadi menghasilkan solusi yang benar-benar dibutuhkan pengguna.

“Mitra perlu dilibatkan sejak awal untuk melakukan pengembangan bersama agar inovasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna,” ujar Cuk.

Menurutnya, BRIN mendorong penerapan skema co-development dengan melibatkan dunia usaha dan pengguna sejak tahap awal pengembangan teknologi sehingga hasil riset lebih mudah dihilirisasi dan diadopsi.

Senada, Kepala PRTMP BRIN Taufik Hidayat menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarperiset sekaligus mempercepat hilirisasi inovasi.

“Kami berharap kualitas riset terus meningkat, proses hilirisasi semakin cepat, dan PRTMP mampu menjadi pusat riset yang unggul serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung pertanian presisi dan swasembada pangan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, PRTMP menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sembilan mitra yang terdiri atas perusahaan, UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, hingga organisasi profesi. Kemitraan tersebut diharapkan mempercepat proses produksi dan pemanfaatan berbagai teknologi hasil riset BRIN oleh masyarakat dan dunia industri.

Pada kesempatan yang sama, BRIN juga menandatangani perjanjian lisensi Mesin Panjat Pohon Kelapa, salah satu inovasi PRTMP yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan sekaligus produktivitas petani kelapa.

Inventor teknologi tersebut, Astu Unadi, menjelaskan bahwa mesin menggunakan sistem penggerak bermotor dengan rangka yang mengikuti kontur batang kelapa sehingga lebih stabil dan aman saat digunakan.

“Penandatanganan lisensi menjadi langkah penting agar teknologi ini dapat diproduksi oleh mitra industri dan dimanfaatkan secara luas,” ujar Astu.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Bidang Organisasi dan SDM BRIN Walneg S. Jas memaparkan arah Transformasi BRIN 5.0 tahap kedua periode 2026–2030 yang berfokus pada penguatan tata kelola dan ekosistem riset, peningkatan dampak inovasi, serta kolaborasi lintas organisasi riset dan para pemangku kepentingan.

“Riset dan inovasi terbaik adalah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” tegas Walneg.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang menekankan pentingnya standardisasi dalam implementasi pertanian presisi, serta Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian yang memaparkan peran mekanisasi berbasis data untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan ketahanan pangan nasional.

Melalui penguatan kolaborasi, hilirisasi teknologi, kemitraan strategis, dan standardisasi instrumen, BRIN berharap ekosistem riset nasional semakin mampu menghasilkan inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Langkah ini diharapkan mempercepat terwujudnya sistem pertanian yang modern, efisien, berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya mencapai swasembada pangan.

pasang iklan di sini
octa vaganza