hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh
Berita  

20 Koperasi Syariah Jatim Pelajari Pembiayaan Air Bersih Kopsyah BMI

20 Koperasi Syariah Jatim Pelajari Pembiayaan Air Bersih Kopsyah BMI
20 Koperasi Syariah Jatim Pelajari Pembiayaan Air Bersih Kopsyah BMI/Dok.Humas

PeluangNews, Tangerang — Sebanyak 20 perwakilan koperasi yang tergabung dalam Forum Koperasi Syariah (FKS) Jawa Timur mempelajari praktik pembiayaan air bersih dan sanitasi yang dikembangkan Koperasi BMI Group.

Studi tiru yang berlangsung pada 22–23 September 2026 tersebut didampingi Water.org Indonesia. Para peserta mempelajari secara langsung pengalaman Koperasi Syariah BMI (Kopsyah BMI) dalam menyediakan akses pembiayaan bagi anggota untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi layak.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 6, yakni menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan.

Perwakilan Water.org Indonesia, Hariri, mengatakan studi tiru tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari pengalaman dan praktik yang telah diterapkan Koperasi BMI Group dalam mengembangkan program pembiayaan air bersih dan sanitasi.

“Kerja sama Water.org dan Kopsyah BMI telah berlangsung sejak 2014. BMI telah berhasil membuat program layanan pembiayaan kepada anggota untuk mengakses air bersih,” kata Hariri.

Menurut dia, perjalanan kerja sama selama lebih dari satu dekade menjadi salah satu alasan Water.org terus mendorong pengembangan program air dan sanitasi melalui koperasi.

“Karena BMI, Water.org ada di sini (Indonesia) terus memberi andil bagi Indonesia,” ujarnya.

Kopsyah BMI Raih Water Champions

Kiprah Kopsyah BMI dalam memperluas akses air bersih dan sanitasi juga mendapat apresiasi melalui penghargaan Water Champions dari Water.org.

Penghargaan tersebut diterima Kopsyah BMI dalam rangkaian peringatan Hari Air Sedunia 2026 di Pullman Jakarta Indonesia Thamrin, Rabu (15/4/2026).

Hariri mengatakan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa praktik yang dikembangkan Kopsyah BMI memiliki nilai pembelajaran bagi koperasi lainnya.

“Tentunya dengan apresiasi itu, studi tiru ini menjadi sarana yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas dan memperkaya wawasan peserta,” katanya.

Kegiatan studi tiru tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi di ruang pertemuan. Para peserta juga diajak melihat langsung aktivitas dan berbagai program yang dijalankan Koperasi BMI Group.

Manajer Litbang, Humas, dan Kelembagaan Koperasi BMI Group, Nurjanah Lubis, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan operasional Rembug Pusat Kopsyah BMI di Cabang Cisauk.

Dari Cisauk, rombongan kemudian menuju Kantor Pusat Koperasi BMI Group untuk mengikuti materi studi tiru. Peserta juga berkesempatan meninjau Premium Outlet & Café BMI milik Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia.

Pada sore hari, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Wisata Bukit Manik Indonesia di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peserta dijadwalkan menginap di Glamour Camping (Glamping) Bukit Manik Indonesia.

Rangkaian tersebut membuat studi tiru tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung ekosistem usaha dan aktivitas koperasi BMI Group.

Belajar Skim Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi

Materi utama studi tiru disampaikan Wakil Presiden Direktur Koperasi BMI Group Radius Usman yang mewakili Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Koperasi Syariah BMI, Kamaruddin Batubara.

Radius mengawali pemaparannya dengan menjelaskan perjalanan kerja sama Kopsyah BMI dan Water.org yang telah berlangsung sejak 2014.

“Kerja sama BMI dan Water.org dimulai tahun 2014. Kalau dibilang BMI ini anak pertama, kalau yang lain ‘anak bungsu’,” ujar Radius sembari berkelakar.

Di balik candaan tersebut, Radius menjelaskan bagaimana Kopsyah BMI mengembangkan skema pembiayaan untuk membantu anggota memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih dan sanitasi.

Praktik pembiayaan Mikro Tata Sanitasi (MTS) dan * Tata Air Sanitasi (MTA yang dikembangkan Kopsyah BMI bahkan telah dirangkum dalam buku Skim Pembiayaan MTS dan MTA yang diterbitkan Kompas Gramedia pada 2021 dan ditulis Kamaruddin Batubara.

Menurut Radius, akses terhadap air bersih dan sanitasi layak memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menyediakan fasilitas fisik di rumah.

“BMI terus mendorong kalau masyarakat/anggota punya akses air bersih dan sanitasi sehat, maka manfaatnya akan luas: kesehatan lebih baik, pendidikan meningkat, dan taraf hidup terangkat,” ujar Radius.

Rp91,41 Miliar untuk Air Bersih dan Sanitasi

Komitmen Koperasi BMI Group terhadap SDGs Nomor 6 tercermin dari penyaluran pembiayaan melalui program MTS dan MTA.

Hingga 30 Agustus 2026, sebanyak 16.916 keluarga atau anggota telah memperoleh akses sanitasi dan air bersih melalui program tersebut. Total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp91,41 miliar.

Data tersebut menjadi salah satu materi penting yang dipelajari para peserta FKS Jawa Timur. Program air bersih dan sanitasi menunjukkan bagaimana koperasi dapat menghubungkan layanan keuangan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Sekretaris FKS Jawa Timur Muhammad Azhari berharap studi tiru tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi peserta, terutama dalam mengembangkan produk koperasi yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Azhari, pengalaman selama kunjungan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi koperasi di Jawa Timur untuk mengembangkan produk yang tidak semata-mata berorientasi pada transaksi keuangan, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Bagi Koperasi BMI Group, perjalanan program air bersih dan sanitasi sejak 2014 menunjukkan bahwa koperasi dapat mengambil peran yang lebih luas ketika kebutuhan anggota dipahami tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup. (Aji)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id