Menkop Dorong Koperasi Masjid, Pemuda BKPRMI Disiapkan Jadi Pengelola

PeluangNews, Jakarta — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong percepatan pembentukan koperasi berbasis masjid dengan melibatkan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) sebagai pengelola. Langkah ini diharapkan menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah dan dakwah, tetapi juga penggerak ekonomi umat.
Ferry menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Dalam upaya tersebut, pemuda masjid dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan usaha produktif melalui koperasi.
“Harapan saya, koperasi-koperasi masjid yang didirikan ini manajer-manajernya adalah teman-teman dari BKPRMI,” ujar Ferry dalam Resepsi Puncak Milad ke-49 BKPRMI di Jakarta, Ahad malam (25/10/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Bupati Manokwari Hernus Indou, serta Ketua Umum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus.
Baca Juga:Rebranding Koperasi Pemuda untuk Masa Depan
Ferry mencontohkan keberhasilan sejumlah pondok pesantren yang mampu membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan unit usaha dan koperasi. Beberapa di antaranya adalah Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Sunan Drajat di Lamongan, dan Nurul Jadid di Probolinggo.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masjid untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.
Koperasi masjid nantinya diharapkan melibatkan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), majelis taklim, serta masyarakat sekitar yang berpotensi menjadi anggota maupun pengelola. Dengan demikian, koperasi dapat tumbuh sebagai wadah usaha bersama yang manfaatnya dirasakan langsung oleh komunitas masjid.
Kemenkop Buka Akses Permodalan
Untuk mendukung realisasi program tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan sektor perbankan. Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi koperasi masjid.
Ferry berharap, dukungan tersebut dapat membuka peluang bagi pemuda masjid yang memiliki minat dan kemampuan di bidang kewirausahaan untuk mengembangkan usaha. Dengan pengelolaan profesional dan akses permodalan yang memadai, mereka diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang tangguh.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat melalui dakwah dan koperasi.
“Sekarang persatuan kita sangat dibutuhkan, dan persatuannya sudah punya jalan yang lebih terarah untuk memastikan kita berhasil di masa mendatang melalui pilar dakwah ekonomi dan koperasi,” kata Ferry.
Baca Juga:Donasi Rp105 Juta Untuk Marbot dan Guru Ngaji
Sementara itu, Ketua Umum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus menyampaikan aspirasi mengenai peningkatan kesejahteraan guru ngaji yang hingga kini masih menghadapi persoalan penghasilan dan perlindungan sosial.
Ia berharap para guru ngaji memperoleh penghargaan yang layak atas pengabdiannya, termasuk akses jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan serta standar penghasilan yang lebih memadai.
“Kami harap guru ngaji dapat disetarakan standar penghormatan, jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, hingga standar gaji yang layak layaknya profesi lainnya,” ujar Said.
Pengembangan koperasi masjid dan peningkatan kesejahteraan guru ngaji menjadi dua aspirasi yang mencerminkan pentingnya memperkuat peran masjid, baik dalam pemberdayaan ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat. (Aji)








