hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kemenkop dan Dekranas Optimalkan Potensi Gula Kelapa Kebumen Lewat Koperasi

Kemenkop dan Dekranas Optimalkan Potensi Gula Kelapa Kebumen Lewat Koperasi
Sita Ferry Juliantono membuka Coconut Sugar Ecosystem Matchmaking Forum di Kebumen/dok.humas

PeluangNews, Kebumen – Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi (DWP Kemenkop) sekaligus Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Sita Ferry Juliantono, membuka Coconut Sugar Ecosystem Matchmaking Forum di Kabupaten Kebumen. Forum ini digagas untuk memperkuat ekosistem industri gula kelapa berbasis koperasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan penderes kelapa.

Menurut Sita, koperasi bukan sekadar wadah usaha, melainkan instrumen ekonomi yang mampu menghubungkan kepentingan pelaku usaha dengan masyarakat. Karena itu, koperasi harus menjadi motor penggerak dalam memperluas akses pasar, memperkuat pembiayaan, sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi di tingkat akar rumput.

“Koperasi hadir bukan hanya untuk mengejar keuntungan ekonomi, tetapi memastikan kegiatan usaha memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” ujar Sita dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Henny Navilah, Ketua DWP Kemenkop Wati Ahmad Zabadi, serta Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Sita menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha gula kelapa, mulai dari keterbatasan kapasitas teknis, lemahnya integrasi pasar, hingga sulitnya memperoleh akses pembiayaan. Dalam kondisi tersebut, koperasi dinilai semakin relevan sebagai jembatan yang dapat membantu petani dan penderes kelapa mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Ia pun mendorong para petani memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi. Namun, syarat utamanya, petani harus tergabung dalam koperasi.

Baca Juga:Pelaku IKM Kerajinan Diminta Berperan dalam Rantai Pasok Global

“Koperasi juga harus menjadi agregator nilai yang menghubungkan produk dengan pasar karena saat ini pasar global menuntut produk yang berkelanjutan dengan kualitas yang konsisten,” tegasnya.

Melihat besarnya potensi ekonomi Kebumen sebagai salah satu sentra gula kelapa nasional, Sita menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang antara koperasi, kelompok tani, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ia juga mendorong konsolidasi koperasi agar mampu memetakan potensi usaha secara lebih komprehensif sehingga nilai tambah komoditas lokal dapat dioptimalkan.

“Kabupaten Kebumen memiliki potensi yang sangat besar. Forum ini harus menjadi titik awal tindak lanjut yang konkret agar koperasi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus kesejahteraan petani,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dharma Wanita Persatuan (DWP) juga mengambil peran strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Sita menjelaskan, melalui pelibatan pengurus DWP dan Tim Penggerak PKK, pihaknya akan terus memperluas sosialisasi dan edukasi mengenai peran koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong sinergi lintas sektor dalam pengembangan koperasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari mengatakan forum tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengangkat potensi ekonomi Kebumen. Lebih dari 100 peserta yang terdiri atas pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok petani gula kelapa, hingga berbagai pemangku kepentingan mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Destry, tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya semangat untuk membangun ekosistem gula kelapa yang lebih kuat melalui koperasi.

Ia menegaskan, koperasi harus mampu melakukan konsolidasi usaha agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar. Kemitraan dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Koperasi bisa memetakan potensi usaha dari setiap butir kelapa. Selanjutnya, Deputi Pemasaran akan melakukan business matching untuk menghadirkan buyer,” jelasnya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi Kementerian Koperasi dan Dekranas yang memilih Kebumen sebagai tuan rumah forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem gula kelapa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, gula kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kebumen yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di wilayah pesisir maupun perbukitan. Karena itu, koperasi diharapkan mampu menjadi penghubung dalam membangun rantai usaha yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Kesejahteraan petani tidak cukup hanya dengan menjual produk. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang menghadirkan kemitraan yang adil, pembiayaan yang mudah, serta pasar yang memberikan kepastian,” pungkasnya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza