hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Mendag Budi Santoso Dorong E-Commerce Utamakan Produk Lokal

Mendag Budi Santoso. Foto: peluangnews
Mendag Budi Santoso. Foto: peluangnews

PeluangNews, Jakarta — Produk lokal mendapat dorongan baru untuk semakin dominan di pasar digital. Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta platform niaga elektronik atau e-commerce mengutamakan produk dalam negeri agar semakin mudah ditemukan konsumen, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar.

Hal tersebut disampaikan Budi Santoso saat menghadiri peluncuran Program “Akselerasi Produk Lokal” oleh Shopee di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Budi mengapresiasi langkah Shopee yang dinilai telah merespons kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

“Saya mengapresiasi Shopee karena telah merespons Permendag Nomor 19 Tahun 2026 dengan tepat melalui peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal. Berbagai fasilitas yang diberikan platform agar dimanfaatkan dengan baik,” ujar Budi.

Menurut dia, peningkatan visibilitas produk lokal di platform digital penting untuk mempertemukan produk UMKM dengan konsumen secara lebih luas. Ketika produk semakin dikenal, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus daya saing.

“Kemendag memang menekankan agar produk-produk lokal diutamakan dalam ekosistem e-commerce sehingga lebih cepat dikenal konsumen dan dengan demikian Bapak-Ibu semakin banyak memproduksi,” katanya.

Budi menekankan, pembangunan ekosistem perdagangan digital yang sehat dan berkelanjutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun platform. Penjual dan konsumen juga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem perdagangan digital yang sehat.

“Ekosistem niaga elektronik harus dibangun dengan baik secara bersama-sama oleh penjual, platform, dan konsumen,” tegasnya.

Kemendag, lanjut Budi, juga terus berupaya memperluas akses pasar UMKM melalui berbagai program promosi. Salah satunya Product Placement Pilihan Busan, yang menempatkan produk UMKM terpilih setelah melalui proses kurasi dan seleksi.

Produk yang masuk dalam program tersebut dinilai berdasarkan kualitas dan daya saing sebelum diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. Program promosi periodik itu telah memasuki periode kedua hingga Agustus 2026.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan Program Akselerasi Produk Lokal merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat produk dalam negeri sekaligus merespons kebijakan pemerintah.

“Pengembangan program ini tidak lepas dari bimbingan Kemendag melalui semangat Permendag Nomor 19 Tahun 2026. Kami terdorong menjadi lebih kreatif mendukung kebijakan pemerintah tersebut, termasuk melalui program dan fitur yang dapat membantu pelaku usaha dalam negeri,” ujar Balques.

Dukungan tersebut mencakup penguatan visibilitas produk lokal, transparansi informasi program dan struktur biaya, perluasan akses pasar, hingga perlindungan kekayaan intelektual.

“Kami optimistis dukungan komprehensif ini dapat berkontribusi positif terhadap penguatan daya saing produk lokal dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kami ingin program ini berjalan konsisten, berkomitmen, dan berkelanjutan dalam mendukung pelaku usaha dalam negeri,” katanya.

Program Akselerasi Produk Lokal antara lain memberikan Voucher Akselerasi Produk Lokal bagi penjual yang menawarkan 100 persen produk lokal setiap tanggal 17. Pelaku usaha juga mendapatkan fasilitas bebas biaya layanan selama tiga bulan.

Program tersebut juga mencakup penguatan kapasitas usaha melalui Kampus UMKM Shopee serta perlindungan kekayaan intelektual melalui fitur Brand IP Protection.

Dukungan ekosistem perdagangan digital juga dirasakan pelaku UMKM. Pendiri Hijab Berlin, Ayu Mai Fakih, mengatakan dukungan ekosistem perdagangan digital dan fasilitasi pemerintah membuka peluang bagi produk lokal untuk menembus pasar mancanegara.

Hijab Berlin merupakan jenama fesyen yang fokus pada kebutuhan ibadah haji dan umrah. Produk tersebut dipasarkan melalui platform e-commerce maupun toko fisik.

“Peluang kami untuk bisa go-global sangat didukung oleh Kemendag. Kami sudah mengekspor produk ke sembilan negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Hong Kong, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Arab Saudi,” papar Ayu.

Program Akselerasi Produk Lokal diharapkan tidak berhenti pada peningkatan visibilitas produk di platform digital, tetapi juga mendorong semakin banyak UMKM Indonesia naik kelas, memperluas pasar, dan menjadikan produk lokal sebagai kekuatan utama dalam ekosistem perdagangan digital nasional.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza