hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Jadi Solusi Pembiayaan Sehat, KSP Kopdit Pintu Air Kini Hadir di Sumba Barat

Yakobus Jano meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) KSP Kopdit Pintu Air Waikabubak beberapa waktu lalu. Foto: peluangnews
Yakobus Jano meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) KSP Kopdit Pintu Air Waikabubak beberapa waktu lalu. Foto: peluangnews

PeluangNews, Sumba Barat — Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengajak masyarakat Kabupaten Sumba Barat untuk memanfaatkan layanan koperasi sebagai alternatif pembiayaan yang sehat.

Langkah ini dinilai penting agar masyarakat terhindar dari jeratan praktik rentenir maupun pinjaman online (pinjol) ilegal yang selama ini dinilai sangat memberatkan.

Ajakan tersebut disampaikan Yakobus Jano usai meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) KSP Kopdit Pintu Air Waikabubak beberapa waktu lalu.

Menurut Yakobus, kehadiran KCP di Sumba Barat bukan sekadar untuk memperluas jaringan usaha, melainkan komitmen nyata dalam menyediakan pilihan layanan keuangan yang lebih berpihak pada rakyat.

“Masyarakat boleh memilih mana yang terbaik. Kuncinya ada pada pelayanan. Jangan sampai masyarakat masuk ke lembaga yang akhirnya justru membuat mereka menjadi korban,” tegas Yakobus.

Dalam kesempatan tersebut, Yakobus membandingkan simulasi sistem pinjaman di koperasi yang dipimpinnya dengan praktik pinjaman harian yang marak di tengah masyarakat.

Perbedaannya terbilang sangat mencolok KSP Kopdit Pintu Air memberi pinjaman sebesar Rp1 juta dikenakan bunga sekitar Rp20.000 dengan sistem pengembalian bulanan.

Sementara rentenir memberi pinjaman dengan nominal yang sama bisa dikenakan bunga mencapai Rp200.000, di mana penagihan sudah dilakukan keesokan harinya setelah dana cair.

“Itu bunga yang sangat besar dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa KSP Kopdit Pintu Air mengedepankan asas kekeluargaan. Pengurus tidak hanya menyalurkan pinjaman, tetapi juga siap memberikan pendampingan dan edukasi jika anggota mengalami kendala dalam mengangsur.

Hal ini selaras dengan moto koperasi, yakni “Ketika kau susah aku bantu, aku susah kau bantu.”

Perkembangan KSP Kopdit Pintu Air di Pulau Sumba menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif.

Hingga saat ini, koperasi tersebut telah mengepakkan sayapnya dengan memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di 4 kabupaten di Pulau Sumba.

Jaringan ini dimulai dari Sumba Timur, lalu merambah ke Waitabula (Sumba Barat Daya), Waibakul (Sumba Tengah), hingga yang terbaru di Waikabubak (Sumba Barat). Secara akumulatif, total anggota di Pulau Sumba kini telah mendekati 50.000 orang.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Kehadiran KCP Waikabubak ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumba Barat, Imanuel Mesakh Anie, menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis untuk memperluas akses keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap terkendala modal.

Imanuel juga mengingatkan warganya agar tidak terjebak dalam lingkaran setan rentenir dan pinjol ilegal yang memicu persoalan ekonomi baru.

“Kehadiran koperasi harus menjadi solusi untuk membuka akses keuangan yang sehat bagi masyarakat. Karena itu koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, serta mengedepankan asas kebersamaan,” pungkas Imanuel.

Di akhir sambutannya, Imanuel mengajak seluruh masyarakat Sumba Barat untuk mulai membangun budaya menabung di koperasi dan memanfaatkan pinjaman secara bijaksana demi kegiatan yang produktif.

pasang iklan di sini
octa vaganza