hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Menkop Dorong Koperasi Jadi Penggerak Energi Terbarukan dan Ekonomi Hijau

Menkop Dorong Koperasi Jadi Penggerak Energi Terbarukan dan Ekonomi Hijau
Menkop Ferry Juliantono dorong koperasi jadi penggerak energi terbarukan dan ekonomi hijau/Dok.PeluangNews-Ho Humas

PeluangNews, Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi hijau yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Koperasi dinilai dapat menjadi instrumen penting dalam pengelolaan sumber daya yang produktif, adil, dan berkelanjutan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam transformasi ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat membuka Forum Ekonomi Hijau bertajuk “Pengembangan Ekosistem dan Sumber Daya” yang digelar Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Forum tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Dewan Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Pakar IKA Unpad Burhanuddin Abdullah, Wakil Rektor Unpad Widya Setiabudi Sumadinata, Direktur Utama PLN Joko Triharyanto, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Masyita Crystallin, serta berbagai perwakilan sektor terkait.

Dalam kesempatan itu, Ferry menekankan bahwa Kementerian Koperasi terus mendorong pengembangan koperasi berbasis energi terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa.

“Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan perkembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” ujar Ferry.

Koperasi Merah Putih Didorong Masuk Sektor Energi Bersih

Ferry mengungkapkan, salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menemukan masih banyak desa yang belum menikmati akses listrik secara memadai.

Menurutnya, sejumlah desa masih mengandalkan generator berbahan bakar solar yang hanya mampu menyediakan listrik selama empat hingga lima jam per hari dengan biaya operasional yang cukup tinggi bagi masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PT PLN mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai solusi energi bersih di wilayah terpencil.

“Kami berdiskusi dengan PT PLN dan membuat pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 6 mega yang kami buat pilot project di Sembur Laut, Pulau Sumber Laut, Kota Batam. Dalam waktu dekat sudah bisa diresmikan dan menjadi model percontohan,” kata Ferry.

Ia berharap proyek tersebut dapat direplikasi di berbagai desa yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses listrik.

Tantangan Ekonomi Hijau Masih Besar

Meski memiliki potensi besar, Ferry mengakui pengembangan ekonomi hijau di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguasaan teknologi, koordinasi lintas sektor, hingga memastikan manfaat transisi ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, ia menilai diperlukan kebijakan yang tepat serta skema pembiayaan inovatif agar pembangunan hijau berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

“Diperlukan kebijakan dan pembiayaan yang inovatif agar pembangunan hijau juga dapat berjalan secara inklusif,” ujarnya.

Ferry menambahkan, transformasi menuju ekonomi hijau tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat maupun pelaku usaha besar. Menurutnya, perubahan juga harus tumbuh dari tingkat komunitas dan masyarakat.

Forum Jadi Wadah Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau Ferdian Agustiana mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang dialog dan kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media hingga pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Ferdian, agenda ekonomi hijau membutuhkan sinergi dan kerja sama lintas sektor karena tidak dapat dijalankan oleh satu institusi saja.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat lahir berbagai gagasan, perspektif, dan inisiatif yang mampu memperkaya upaya bersama dalam mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing,” kata Ferdian. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza