
PeluangNews, Pontianak – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa koperasi pesantren memiliki potensi besar menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Konsumen Mathlaul Anwar di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (16/6).
Dalam kesempatan tersebut, Farida menyoroti kuatnya jaringan pondok pesantren yang telah terbentuk jauh sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, kekuatan jaringan tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pendidikan dan kegiatan sosial, tetapi juga dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui koperasi yang dikelola dengan tata kelola modern.
“Jaringan pesantren merupakan salah satu jaringan paling kuat yang dimiliki bangsa ini. Jika dikelola secara profesional, pesantren dapat menjadi lembaga yang mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah maupun donatur,” ujar Farida di hadapan pengurus pesantren dan pelaku UMKM.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Koperasi Henny Nafila, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat Ayub Barumbu, Ketua PW Mathlaul Anwar Kalbar Dulghani, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pontianak Ibrahim.
Wamenkop Tekankan Tata Kelola Koperasi Pesantren
Farida mengingatkan pentingnya penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan koperasi pesantren. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemisahan yang jelas antara aktivitas sosial dan aktivitas bisnis.
Menurutnya, masih ditemukan praktik penggunaan hasil usaha koperasi untuk kebutuhan operasional pesantren tanpa melalui mekanisme pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang sesuai aturan.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan usaha harus dilakukan secara profesional agar koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anggotanya.
Selain itu, Farida juga mengingatkan agar para santri tetap fokus pada pendidikan dan tidak dibebani dengan urusan teknis bisnis yang membutuhkan kompetensi khusus.
Kemenkop Siapkan Dukungan Permodalan untuk Koperasi Pesantren
Untuk memperkuat kapasitas koperasi pesantren, Kementerian Koperasi telah menyiapkan berbagai instrumen dukungan, termasuk akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Farida menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan LPDB menawarkan bunga yang lebih kompetitif dibandingkan perbankan komersial. Karena itu, ia mendorong koperasi pesantren untuk meningkatkan kualitas manajemen dan administrasi agar memenuhi persyaratan memperoleh akses modal tersebut.
Menurutnya, penguatan permodalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong koperasi pesantren berkembang menjadi unit usaha yang produktif dan berdaya saing.
Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah Jadi Prioritas
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkop juga menyoroti perkembangan koperasi syariah yang semakin banyak tumbuh di lingkungan pesantren. Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memiliki sertifikasi resmi menjadi semakin penting.
Farida menilai bahwa meskipun banyak pengasuh pesantren memiliki pemahaman mendalam mengenai fikih muamalah dan keuangan syariah, sertifikasi tetap diperlukan sebagai standar profesionalisme dan tata kelola yang diakui secara nasional.
Untuk itu, Kementerian Koperasi siap memberikan pendampingan melalui program pelatihan dan sertifikasi bagi pengurus maupun DPS koperasi syariah pesantren.
Koperasi Pesantren Diharapkan Terhubung dalam Rantai Pasok Nasional
Farida optimistis koperasi pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di masa depan. Ia berharap setiap pesantren memiliki koperasi yang mandiri dan mampu membangun jaringan usaha yang saling terhubung dalam rantai pasok ekonomi nasional.
Menurutnya, kolaborasi antar-koperasi pesantren berpotensi memperkuat sektor strategis seperti pangan, perdagangan, hingga jasa keuangan berbasis syariah.
“Pesantren yang mandiri dan mampu mengembangkan usaha secara profesional merupakan wujud nyata kontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Farida. (Aji)








