hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Festival Depok Heritage 2026 Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Depok

Festival Heritage Depok Lama. (Foto : Disporyata Depok)

PeluangNews, Depok — Momentum pelestarian sejarah sekaligus penguatan ekonomi kreatif kembali hadir di Kota Depok melalui Festival Depok Heritage 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang merawat warisan budaya Kaum Depok, tetapi juga membuka peluang partisipasi bagi pelaku UMKM dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal di kawasan Depok Lama.

Di tengah pesatnya pertumbuhan Kota Depok sebagai kawasan metropolitan, peluang pengembangan ekonomi kreatif dan keterlibatan pelaku UMKM kembali terbuka melalui gelaran Festival Depok Heritage 2026. Tidak hanya menjadi ruang pelestarian sejarah, kegiatan ini juga menghadirkan ruang partisipasi ekonomi masyarakat melalui keterlibatan puluhan pelaku usaha lokal.

Di balik modernisasi kota, Depok menyimpan sejarah panjang keberagaman yang telah hidup dan berkembang selama lebih dari tiga abad. Jejak itu bermula dari komunitas yang dikenal sebagai Kaum Depok, kelompok masyarakat yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah lahir dan tumbuhnya kota tersebut.

Kaum Depok merepresentasikan keberagaman sejak masa lampau. Mereka berasal dari berbagai latar belakang suku dan daerah di Nusantara yang kemudian hidup berdampingan dalam satu komunitas. Dari keberagaman itu tumbuh nilai kebersamaan, toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap perbedaan yang hingga kini masih menjadi karakter masyarakat Depok.

Warisan sejarah tersebut akan kembali dihidupkan melalui Festival Depok Heritage 2026 yang digelar pada 27–28 Juni mendatang. Festival ini menjadi bagian dari peringatan 312 Tahun Kaum Depok sekaligus upaya memperkenalkan kembali akar sejarah dan budaya Kota Depok kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan, Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Budparekraf) Disporyata Kota Depok, Startik Sartika mengatakan festival akan dipusatkan di kawasan bersejarah Depok Lama, mulai dari Jalan Pemuda hingga kawasan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).

“Festival Depok Heritage menjadi momentum untuk mengenalkan kembali sejarah Kaum Depok sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Depok kepada masyarakat,” ujar Startik dikutip dari  laman berita.depok.go.id, Senin (15/06/26).

Startik menjelaskan, festival ini juga dirancang sebagai ruang interaksi ekonomi dan budaya. Sebanyak 50 pelaku UMKM akan dilibatkan untuk menghadirkan berbagai produk mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen lokal.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati pameran foto heritage yang menampilkan perjalanan sejarah Depok dari masa ke masa di Depok Historical Studio.

“Kami ingin masyarakat bisa menikmati suasana Depok Lama sekaligus mengenal lebih dekat sejarah yang menjadi bagian dari identitas kota ini,” katanya.

Ruang ekspresi seni juga menjadi bagian penting dalam festival ini. Para seniman akan terlibat dalam Festival Art Depok Lama dengan menghadirkan karya mural yang terinspirasi dari sejarah dan kehidupan masyarakat Depok. Aktivitas tersebut diharapkan menjadi media edukasi sekaligus ruang kreativitas publik.

Memasuki sore hari, suasana festival akan semakin semarak dengan parade budaya yang melibatkan ratusan warga Kaum Depok. Mengenakan busana tempo dulu, mereka akan berjalan dari Jalan Pemuda menuju kawasan YLCC, menghadirkan suasana yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lalu.

“Parade budaya menjadi salah satu atraksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat Depok dari masa ke masa,” tutur Startik.

Saat malam tiba, kawasan Depok Lama akan berubah menjadi ruang nostalgia lintas generasi melalui acara Depok Lama Tembang Kenangan. Lagu-lagu populer era 1970 hingga 1980-an akan mengiringi suasana kebersamaan warga.

Festival hari pertama kemudian ditutup dengan penampilan Koplo Disko yang memadukan musik modern dengan semangat kebersamaan masyarakat.

Perayaan berlanjut pada 28 Juni 2026 dengan agenda internal YLCC berupa Ibadah Perayaan 312 Tahun Jemaat Masehi Depok yang dilaksanakan di GPIB Immanuel Depok.

Di hari yang sama, masyarakat juga masih dapat menikmati pameran foto sejarah di Depok Historical Studio, bazar UMKM, serta menyaksikan proses penyelesaian akhir mural dalam rangka Festival Art Depok Lama.

Lebih dari sekadar festival budaya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Kota Depok dibangun di atas fondasi keberagaman. Dari sejarah Kaum Depok hingga kehidupan masyarakat saat ini, nilai toleransi, gotong royong, dan kebersamaan menjadi modal sosial yang terus dijaga.

“Harapannya masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga semakin mengenal sejarah kotanya, menghargai warisan budaya yang dimiliki, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap Depok sebagai rumah bersama,” pungkasnya.

Melalui Festival Depok Heritage, jejak panjang Kaum Depok tidak hanya dihidupkan kembali, tetapi juga dirawat dan diwariskan. Di tengah perubahan zaman, sejarah dan keberagaman tetap menjadi identitas yang menyatukan warga Depok dari berbagai latar belakang.

pasang iklan di sini
octa vaganza