
PeluangNews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan terhempas di zona merah pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (26/10/2026), setelah sempat dibuka di zona hijau, indeks terus tertekan hingga akhir sesi I.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat tipis 3,04 poin atau 0,06% ke posisi 5.442,30 pada pukul 09.00 WIB, melanjutkan penguatan Jumat lalu yang ditutup di level 5.439,26. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama.
Memasuki pukul 09.58 WIB, IHSG sudah berada di level 5.368,64 atau turun 70,62 poin (1,30%). Pada penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, IHSG akhirnya ditutup melemah 64,28 poin atau 1,00% ke level 5.384,97. IHSG sempat menyentuh level terendah intraday di 5.349,75.
Data perdagangan menunjukkan tekanan jual mendominasi. Sebanyak 474 saham turun harga, 189 saham naik harga, dan 128 saham stagnan.
Volume transaksi mencapai 18,57 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp7,59 triliun dan frekuensi transaksi 1,14 juta kali.
Saham-saham big caps terutama sektor perbankan menjadi pemberat utama IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot 1,09% ke Rp4.970 per lembar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,37% ke Rp2.870, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,03% ke Rp3.860, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 1,17% ke Rp3.380.
Selain perbankan, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 0,98% ke Rp2.220 dan PT Astra International Tbk (ASII) stagnan di Rp5.550. Sementara penopang IHSG adalah saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Amman Mineral Internasional.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan pelemahan IHSG masih dipicu sentimen eksternal, terutama ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan diumumkan pada pertemuan 29 Oktober 2026 mendatang.
“Pelaku pasar masih wait and see. Ditambah harga minyak WTI yang tembus US $103 per barel karena ketegangan di Timur Tengah, membuat investor asing cenderung melakukan aksi jual bersih,” ujarnya.
Pada Jumat lalu, investor asing tercatat membukukan net sell Rp1,3 triliun. Untuk pekan ini, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.300 dan resistance 5.500, dengan peluang menguji level 5.500 jika tekanan jual mereda. []







